Jumat, 08 Juni 2012

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Wanita Rentan HIV AIDS dibanding Pria


BAB I
PENDAHULUAN
1.1  LATAR BELAKANG
        LEBIH dari 60 juta orang dalam 20 tahun terakhir terinfeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV). Dari jumlah itu, 20 juta orang meninggal karena Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS). Tahun 2001, UNAIDS (United Nations Joint Program on HIV/AIDS) memperkirakan, jumlah Orang Hidup Dengan HIV/AIDS (ODHA) 40 juta.
HIV merupakan bagian dari kelompok virus yang disebut Lentivirus yang ditemukan pada primata nonmanusia. Secara kolektif, Lentivirus diketahui sebagai virus monyet yang dikenal dengan nama Simian Immunodeficiency Virus (SIV). HIV merupakan keturunan dari SIV. Jenis SIV tertentu mirip dengan dua tipe HIV, yakni HIV- 1 dan HIV-2, yang menyerang salah satu sel dari darah putih yaitu sel limfosit.
Belakangan diketahui bahwa ternyata penelitian membuktikan kebanyak dari penderita adalah wanita yang notabenenya kebanyakan dari mereka hanyalah korban. Hal ini disebabkan dari bermacam-macam factor baik itu dari segi ekonomi, pendidikan dan lain sebagainya.

1.2  RUMUSAN MASALAH
! Apa definisi HIV AIDS?
! Bagaimana epidemiologinya di tingkat global, nasional dan lokal?
! Faktor-faktor apa saja menyebabkan wanita rentan HIV AIDS disbanding pria?
! Bagaimana pencegahan terhadap HIV AIDS?
1.3  TUJUAN
? Mengetahui definisi HIV AIDS
? Mengetahui epidemiologi HIV ADIS di tingkat global, nasional dan lokal
? Mengetahui faktor penyebab wanita rentan HIV AIDS disbanding pria
? Mengetahui pencegahan terhadap HIV AIDS


BAB II
PEMBAHASAN
2.1  DEFINISI HIV AIDS
2.1.1  Virus HIV
HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus yang dapat menyebabkan AIDS dengan cara menyerang sel darah putih yang bernama sel CD4 sehingga dapat merusak sistem kekebalan tubuh manusia yang pada akhirnya tidak dapat bertahan dari gangguan penyakit walaupun yang sangat ringan sekalipun.
Virus HIV menyerang sel CD4 dan merubahnya menjadi tempat berkembang biak Virus HIV baru kemudian merusaknya sehingga tidak dapat digunakan lagi. Sel darah putih sangat diperlukan untuk sistem kekebalan tubuh. Tanpa kekebalan tubuh maka ketika diserang penyakit maka tubuh kita tidak memiliki pelindung. Dampaknya adalah kita dapat meninggal dunia terkena pilek biasa.
2.1.2  Penyakit AIDS
AIDS adalah singkatan dari Acquired Immune Deficiency Syndrome yang merupakan dampak atau efek dari perkembang biakan virus hiv dalam tubuh makhluk hidup. Virus HIV membutuhkan waktu untuk menyebabkan sindrom AIDS yang mematikan dan sangat berbahaya. Penyakit AIDS disebabkan oleh melemah atau menghilangnya sistem kekebalan tubuh yang tadinya dimiliki karena sel CD4 pada sel darah putih yang banyak dirusak oleh Virus HIV.
Ketika kita terkena Virus HIV kita tidak langsung terkena AIDS. Untuk menjadi AIDS dibutuhkan waktu yang lama, yaitu beberapa tahun untuk dapat menjadi AIDS yang mematikan. Seseorang dapat menjadi HIV positif. Saat ini tidak ada obat, serum maupun vaksin yang dapat menyembuhkan manusia dari Virus HIV penyebab penyakit AIDS.
2.2  EPIDEMIOLOGI
2.2.1        EIDEMIOLOGI GLOBAL
UNAIDS dan WHO memperkirakan bahwa AIDS telah membunuh lebih dari 25 juta jiwa sejak pertama kali diakui tahun 1981, membuat AIDS sebagai salah satu epidemik paling menghancurkan pada sejarah. Meskipun baru saja, akses perawatan antiretrovirus bertambah baik di banyak region di dunia, epidemik AIDS diklaim bahwa diperkirakan 2,8 juta (antara 2,4 dan 3,3 juta) hidup di tahun 2005 dan lebih dari setengah juta (570.000) merupakan anak-anak. Secara global, antara 33,4 dan 46 juta orang kini hidup dengan HIV. Pada tahun 2005, antara 3,4 dan 6,2 juta orang terinfeksi dan antara 2,4 dan 3,3 juta orang dengan AIDS meninggal dunia, peningkatan dari 2003 dan jumlah terbesar sejak tahun 1981.
Afrika Sub-Sahara tetap merupakan wilayah terburuk yang terinfeksi, dengan perkiraan 21,6 sampai 27,4 juta jiwa kini hidup dengan HIV. Dua juta [1,5&-3,0 juta] dari mereka adalah anak-anak yang usianya lebih rendah dari 15 tahun. Lebih dari 64% dari semua orang yang hidup dengan HIV ada di Afrika Sub Sahara, lebih dari tiga per empat (76%) dari semua wanita hidup dengan HIV. Pada tahun 2005, terdapat 12.0 juta [10.6-13.6 juta] anak yatim/piatu AIDS hidup di Afrika Sub Sahara. Asia Selatan dan Asia Tenggara adalah terburuk kedua yang terinfeksi dengan besar 15%. 500.000 anak-anak mati di region ini karena AIDS. Dua-tiga infeksi HIV/AIDS di Asia muncul di India, dengawn perkiraan 5.7 juta infeksi (perkiraan 3.4 - 9.4 juta) (0.9% dari populasi), melewati perkiraan di Afrika Selatan yang sebesar 5.5 juta (4.9-6.1 juta) (11.9% dari populasi) infeksi, membuat negara ini dengan jumlah terbesar infeksi HIV di dunia.[97] Di 35 negara di Afrika dengan perataan terbesar, harapan hidup normal sebesar 48.3 tahun - 6.5 tahun sedikit daripada akan menjadi tanpa penyakit
2.2.2        EPIDEMIOLOGI NASIONAL 


Kasus AIDS secara Nasional s/d 2010 adalah 19.973 kasus dari 32 propinsi yang melaporkan dan dari 214 Kabupaten/Kota Se-Indonesia. Kasus AIDS yang dilaporkan telah meninggal adalah 3.846 jiwa.
2.2.3        EPIDEMIOLOGI SULAWESI SELATAN
           Situasi di Sulsel sampai dengan Agustus 2006 :
! HIV   : 723
! AIDS : 274
! Kumulatif infeksi HIV dan Kasus AIDS : 997
2.3  FAKTOR PENYEBAB WANITA RENTAN HIV AIDS DIBANDING PRIA
2.3.1        FAKTOR BIOLOGI
J  Penipisan diding vagina yang dapat membuat wanita  rentan terserang virus.
J  Bentuk organ kelamin wanita yang memiliki permukaan (mukosa) alat kelamin yang lebih luas sehingga cairan sperma mudah terpapar ketika hubungan seksual.
J  Virus HIV lebih banyak hidup di cairan sperma.
J  Terdapat banyak lipatan membuat permukaan menjadi luas dan dinding vagina sendiri memiliki lapisan tipis yang mudah terluka,memudahkan air mani bertahan lebih lama dalam rongga vagina bila terjadi infeksi,sehingga air mani yang terinveksi dapat segera menulari perempuan tersebut.
J  Kecenderungan perempuan untuk tidak mengalami gejala pada waktu menderita sebuah penyakit menular  seksual. (ini menjadi pintu bagi HIV, terutama jika telah  menyebabkan luka atau ulcer).
2.3.2        FAKTOR SOSIAL
2.3.2.1  FAKTOR SOSIAL BUDAYA
N  Perempuan dikonstruksikan untuk bersikap penurut,pasif,sabar dan setia sedangkan laki-laki dominan,agresif dan mengambil inisiatif dalam hubungan seksual.
N  Adanya persepsi di lingkungan masyarakat bahwa hal yang wajar jika seorang laki-laki memiliki lebih dari satu pasangan
N  Perempuan menjadi rentan karena dituntut untuk menjalankan peran sebagai pengasuh,perawat apabila suami,anak,atau keluarga edang sakit,sedangkan jika dirinya sendiri sakit seringkali terabaikan.
N  Tradisi yang merugikan perempuan seperti dijodohkan,dipaksa menikah,dipaksa jadi PSK,tradisi turun ranjang di Sumatra Utara
N  Stigma ganda,yaitu perempuan adalah makhluk kelas dua yang cenderung disalahkan atas apa yang terjadi terhadap dirinya sendiri.
N  Stigma yang mendiskriminasi kaum perempuan bahwa semestinya mereka dapat menjaga diri,suami,dan keluarganya agar tidak terinfeksi HIV/AIDS
N  Pandangan terhadap wanita yang terinfeksi HIV/AIDS adalah wanita tidak baik prilakunya dan tidak bermoral,suatu keadaan yang memalukan dan kotor ,sehingga menyebabkan sebagian wanita malu untuk mengakses informasi dan segan untuk memeriksakan diri.
N  Perempuan disosialisasikan sedemikian rupa untuk menomorduakan kebutuhan kesehatan sesudah anggota keluarga.
2.3.2.2  FAKTOR  EKONOMI
h Ketidaksetaraan ekonomi antara perempuan dan laki-laki sering kali memaksa perempuan dalam peran patuh dan tergantung pada laki-laki. Kerentaranan perempuan secara ekonomi seringkali terjadi dikarenakan perempuan tidak memiliki penghasilan sendiri, sehingga tergantung pada orang lain,dalam hal ini suami atau pasangan dalam menafkahi hidupnya.
h Wanita yang lemah dalam hal ekonomi tidak memiliki kekuatan untuk melindungi dirinya sendiri
h Bargaining power mengakibatkan keengganan wanita meminta informasi kepada suaminya tentang status kesehatan pasangan seksualnya tersebut  dan tidak berani menegur bahkan bertanya terkait kehidupan atau aktivitas suaminya diluar rumah
h Masalah ekonomi menjadikan sebagian perempuan tidak bisa memilih dengan siapa dia akan menikah: kapan,dengan siapa,dan bagaimana dia melakukan hubungan seksual.
h Faktor tergantung terhadap suami menyebabkan mereka tidak bisa menolak hubungan seksual meskipun dia mengetahui suaminya memiliki hubungan dengan sejumlah perempuan lain diluar pernikahannya
h Banyak perempuan yang akhirnya harus menjadi PSK dimana ini sangat berpotensial   terinfeksi HIV,seperti di negara miskin atau kota-kota besar   sebagian kaum perempuan tidak memiliki pilihan lain selain menukarkan tubuhnya dengan uang untuk tetap bertahan hidup.
2.3.2.3  FAKTOR PENDIDIKAN
? Kurangnya pengetahuan wanita mengenai perubahan tubuh khususnya yang berhubungan dengan organ reproduksinya
? Minimnya pengetahuan tersebut menyebabkan mereka tidak mampu merawat organ intinya dan suami akan lebih mudah berpaling mencari kepuasan sex dengan wanita lain.
? Tidak adanya informasi yang mereka ketahui terhadap bahaya HIV/AIDS,inilah salah satu faktor mereka enggan melakukan pemeriksaan meskipun ternyata telah melakukan perbuatan yang beresiko.
? Kurang meratanya akses informasi,konsultasi maupun bimbingan yang didapatkan oleh perempuan dan ibu-ibu rumah tangga.
? Akses pendidikan dan pelayanan kesehatan kurang sehingga perempuan tidak mengerti akan masalah kesehatan reproduksinya termasuk persoalan seputar HIV/AIDS.
? Sebagian dari mereka yang telah terinfeksi selalu menjadikan kondom sebagai solusi untuk mencegah penularan padahal menurut beberapa penelitian kegagalan kondom dalam pencegahan HIV/AIDS mencapai 33%,itu dikarenakan ukuran pori-pori kondom terkecil adalah  5 mikron sedangkan ukuran virus HIV/AIDS yakni sebesar 0,1 mikron, maka pori-pori kondom sangat mudah dilewati. Ini seperti kelereng yang melewati gorong-gorong.

BAB III
                                                                 KESIMPULAN       


          Ada 3 cara yang bisa dijadikan pilihan agar tidak terinfeksi HIV melalui hubungan seks, yaitu:
A : Anda puasa seks
B : Bersikap saling setia dalam satu pasangan, dimana kedua orang pasangan ini sama-sama HIV-nya negatif
C : Condom. Gunakan kondom secara benar dan terus menerus, bila salah satu atau kedua pasangan ini pernah berperilaku risiko tinggi. Jangan menyangkal perilaku seks Anda karena bisa berakibat fatal pada diri Anda, pasangan dan calon bayi Anda.
D : Don’t Inject. Tidak menggunakan jarum suntik.
E : Education . Dengan pendidika yang baik kita akan lebih banyak tahu tentang HIV AIDS dan penularannya.

DAFTAR PUSTAKA