Minggu, 20 November 2011

Dasar AKK, Sistem Kesehatan, Planning & Actuating


¡  DASAR-DASAR ADMINISTRASI DAN KEBIJAKAN KESEHATAN

PENGERTIAN  ADMINISTRASI  :
*       ADMINISTRASI  ADALAH  PROSES  YANG  PADA  UMUMNYA  TERDAPAT  PADA  SEMUA  USAHA  KELOMPOK,  PEMERINTAH  ATAU  SWASTA,  SIPIL  ATAU  MILITER,  BESAR  ATAU  KECIL
(LEONARD  D. WHITE  DALAM  ‘INTRODUCTION  TO  THE  STUDY  OF  PUBLIC  ADMINISTRATION’,  1958)
*       ADMINISTRASI  SEBAGAI  KEGIATAN  KELOMPOK  YANG  MENGADAKAN  KERJASAMA  UNTUK  MENYELESAIKAN  TUGAS  BERSAMA
(HERBERT  A. SIMON  et  al.,  DALAM  ‘PUBLIC  ADMINISTRATION’,  1958)
*       ADMINISTRASI  DIDEFINISIKAN  SEBAGAI  BIMBINGAN,  KEPEMIMPINAN  DAN  PENGAWASAN  USAHA  SEKELOMPOK  ORANG  UNTUK  MENCAPAI  TUJUAN  BERSAMA
(WILLIAM  H. NEWMAN  DALAM ADMINISTRATIVE  ACTION’,  1963)
PENGERTIAN MANAJEMEN
*       MANAJEMEN  BERHUBUNGAN  DENGAN  PENCAPAIAN  SUATU  TUJUAN  YANG  DILAKUKAN  MELALUI  DAN  DENGAN  ORANG  LAIN
(H.  KOONTZ  AND  O’DONNEL  DALAM  ‘PRINCIPLE  MANAGEMENT’,  1968)
*       MANAJEMEN  ADALAH  PEMANFAATAN  SUMBERDAYA  YANG  TERSEDIA  ATAU  YANG  POTENSIAL  DI  DALAM  PENCAPAIAN  TUJUAN
(DITULIS  OLEH  DR. R. MAKHARITA,  EXPERT PBB,  1980)
*       MANJEMEN  ADALAH  PROSES  YANG  TERDIRI  ATAS  PERENCANAAN,  PENGORGANISASIAN,  PENGGERAK-AN,  PELAKSANAAN  DAN  PENGAWASAN,  DENGAN  MEMANFAATKAN  ILMU  DAN  SENI,  UNTUK  MENCAPAI  TUJUAN  YANG  TELAH  DITETAPKAN
(GEORGE  R. TERRY  DALAM  ‘PRINCIPLE  OF  MANAGEMENT’,  1960)
*       MANAJEMEN ADALAH PROSES PERENCANAAN, PENGORGANISASIAN DAN PENGGUNAAN SUMBERDAYA ORGANISASI LAINNYA GAR MENCAPAI TUJUAN ORGANISASI YANG TELAH DITETAPKAN.( James A.F. Stoner)
*       MANAJEMEN ADALAH SENI PENCAPAIAN TUJUAN YANG DILAKUKAN MELALUI USAHA ORANG LAIN. (Lawrence A. Appley)


¡  ASPEK-ASPEK YANG TERDAPAT DALAM MANAJEMEN:
o   Manajemen mempunyai tujuan yang ingin dicapai
o   Manajemen merupakan perpaduan antara ilmu dan seni
o   Manajemen merupakan proses yang sistematis
o   Manajemen baru dapat diterapkan jika ada dua orang atau lebih melakukan kerjasama dalam organisasi
o   Manajemen didasarkan oleh pembagian kerja, tugas dan tanggungjawab
o   Manajemen terdiri dari beberapa fungsi (POACE

¡  TUJUAN ADMINISTRASI KESEHATAN MASYARAKAT
*       Adalah tujuan dari Ilmu Kesehatan Masyarakat yaitu mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.
*       Menurut H.L. Blum pengaruh faktor-faktor kesehatan terhadap derajat kesehatan masyarakat :
o   Faktor Lingkungan
o   Faktor Prilaku
o   Faktor Pelayanan Kesehatan
o   Faktor Hereditas



Ilmu Kesehatan Masyarakat adalah ilmu dan seni dari  pada :
  • Mencegah Penyakit
  • Memperpanjang Masa Hidup
  • Meningkatkan kesehatan fisik dan mental dan efisiensi, melalui usaha masyarakat yang terorganisir, untuk :
  • Sanitasi Lingkungan
  • Mengendalikan Penyakit menular
  • Mendidik masyarakat dalam prinsip-prinsip kesehatan perorangan
  • Pengorganisasian usaha pelayanan medis dan perawatan, dengan tujuan :
  • Diagnosa awal penyakit
  • Pengobatan pencegahan suatu penyakit
  • Mengembangkan usaha-usaha masyarakat, guna mencapai tingkatan hidup setinggi-tingginya agar masyarakat dapat memperbaiki dan memelihara kesehatannya.

SISTEM KESEHATAN

¡  PENGERTIAN SISTEM
*       Sistem adalah gabungan dari elemen-elemen yang saling dihubungkan oleh suatu proses atau struktur dan berfungsi sebagai satu kesatuan organisasi dalam upaya menghasilkan sesuatu yang ditetapkan. (Ryans)
*       Sistem adalah suatu struktur konseptual yang terdiri dari fungsi-fungsi yang saling berhubungan yang bekerja sebagai satu unit organik untuk mencapai keluaran yang diinginkan secara efektif dan efisien. (John McManama).
¡  UNSUR-UNSUR SISTEM
¨  Suatu Kesatuan yang terdiri atas elemen-elemen/subsistem.
¨  Elemen-elemen/subsistem tersebut saling berinteraksi dan bergantung satu sama lain, yang apabila salah satu terganggu maka yang lainnya akan mengalami gangguan.
¨  Elemen-elemen tersebut secara bersama-sama bergerak untuk mencapai tujuan.
¨   
¡  ELEMEN TERDIRI ATAS :
o   Masukan (Input) : kumpulan bagian yang dibutuhkan agar sistem dapat berfungsi.
Contoh : Input sistem pelayanan kesehatan : potensi masyarakat, tenaga & sarana kesehatan, dsb.
o   Proses : Kumpulan bagian yang dibutuhkan untuk mengubah masukan menjadi keluaran yang telah direncanakan
Contoh : berbagai kegiatan dalam pelayanan kesehatan.
o   Keluaran (output) : Kumpulan bagian yang merupakan hasil dari proses dalam sistem
Contoh : pelayanan yang berkualitas & terjangkau sehingga masyarakat sembuh & sehat.
o   Umpan balik : elemen yang merupakan keluaran dan sekaligus menjadi masukan bagi sistem
Contoh : :kualitas tenaga kesehatan
o   Dampak : akibat yang dihasilkan oleh keluaran suatu sisem
Contoh : masyarakat sehat, angka kesakitan & kematian menurun
o   Lingkungan : bagian di luar sistem tetapi mempunyai pengaruh besar terhadap sistem.
¡  CIRI SISTEM
  1. Dalam suatu sistem terdapat bagian yang saling berhubungan dan saling mempengaruhi membentuk satu kesatuan untuk mencapai tujuan
  2. Fungsi yang dijalankan oleh setiap elemen tersebut adalah mengubah masukan menjadi keluaran yang direncanakan.
  3. Dalam melaksanakan fungsi tersebut kesemuanya bekerjasama secara bebas namun saling terkait satu sama lain.
  4. Sistem merupakan satu kesatuan tetapi bukan berarti ia tertutup sama sekali terhadap lingkungan di sekitarnya.
¡  SISTEM KESEHATAN
*       Sistem kesehatan adalah kumpulan berbagai faktor yang komplek dan saling berhubungan yang terdapat dalam suatu negara, yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan dan tuntutan kesehatan perseorangan, keluarga, kelompok, dan masyarakat pada setiap saat yang dibutuhkan. (WHO : Azwar, 1996)
*       Sistem kesehatan (Health system) menurut WHO:“…all the activities whose primary purpose is to promote, restore, or maintain health” WHO,2000.

*       Sistem Kesehatan Nasional adalah tatanan yang mencerminkan upaya bangsa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan mencapai derajat kesehatan yang optimal sebagai perwujudan kesejahteraan umum sebagai bagian tujuan nasional seperti yang dimaksud dalam pembukaan UUD 45 (SKN, 1984).

Sistem Kesehatan
*       Subsistem Upaya Kesehatan
Upaya kesehatan diarahkan pada masyarakat retan seperti ibu, bayi, dan anak, masyarakat miskin, masyarakat di daerah konflik, di daerah perbatasan dan di daerah terpencil. Tujuan akhir dari ipaya kesehatan ini adalah menurunnya angaka kamatian bayi, angka kematian ibu, dan angka kematian ibu dan bayi.
Ø  Upaya Kesehatan Masyarakat
ü  Promosi kesehatan
ü  Pemeliharaan kesehatan
ü  Pemberantasan penyakit menular
ü  Penyehatan lingkungan dan penyediyaan sanitasi dasar
ü  Perbaikan gizi masyarakat
ü  Pengamanan sedianya farmasi dan alat-alat kesehatan
ü  Pengamanan penggunaan zat aditif dalam makanan dan minuman.
ü  Pengamanan narkotika, psikotropika, zat aditif, dan bahan-bahan berbahaya laiannya
ü  Penanggulangan bencana dan bantuan kemanusiaan

Ø  Upaya Kesehatan Perorangan
ü  Promosi kesehatan
ü   Pengobatan rawat jalan
ü   Pengobatan rawat inap
ü   Pembatasan dan pemulihan kecacatan yang ditujukan pada perorangan
ü   Pengobatan tradisional dan alternative
ü  Pelayanan kebugaran fisik dan kosmetik

*       Subsistem Pembiayaan Kesehatan
Ø  Penggalian dana
Ø  Alokasi dana
Ø  Pembelanjaan
*       Subsistem Sumberdaya Kesehatan
Ø  Sumber Daya Manusia Kesehatan
Ø  Sumber daya Obat
Ø  Sumber daya kesehatan lain, seperti peralatan kesehatan.
*       Subsistem Pemberdayaan Masyarakat
Ø  Pemberdayaan perorangan : Fokusnya adalah keteladanan dan kepemimpinan untuk pengembangan prilaku atau gaya hidup sehat untuk diri sendiri, keluarga dan masyarakat. Sasaran tokoh masyarakat, tokoh politik, tokoh agama, pembentukan kader kesehatan
Ø  Pemberdayaan kelompok : Fokusnya adalah peningkatan kepedulian anggota dan keterlibatan organisasi kemasyarakatan dalam upaya kesehatan. Sasaran RT/RW, kelurahan, melalui kelompok peduli sehat.
Ø  Pemberdayaan masyarakat : fokusnya adalah penggerakan masyarakat. Melalui wadah perwakilan masyarakat seperti badan penyantun, forum. 
*       Subsistem Manajemen Kesehatan
Ø  Informasi kesehatan
Ø  Ilmu Pengetahuan dan teknologi
Ø  Peraturan dan perundang-undangan
Ø  Administrasi Kesehatan
¡  Bentuk Sistem Kesehatan
    1.  Dilihat dari Unsur Pembentukan :
Ø  Sistem Kesehatan Yang dimonopoli Pemerintah
Ø  Sistem Kesehatan yang didominasi oleh pemerintah
Ø  Sistem Kesehatan yang didominasi oleh pihak swasta
   2. Dilihat dari Pemanfaatan sumber :
Ø  Sistem kesehatan dimana pemanfaatan ilmu dan teknologi telah dilakukan secara optimal.
Ø  Sistem kesehatan yang baru tersentuh oleh kemajuan ilmu dan teknologi
Ø  Sistem kesehatan yang samasekali belum tersentuh oleh kemajuan ilmu dan teknologi.
¡  SISTEM PELAYANAN KESEHATAN
  1. Sistem Pelayanan Medik
Ø  Rumah Sakit
Menyediakan dan menyelenggarakan :
o   Pelayanan Medik
o   Pelayanan Penunjang Medik
o   Pelayanan rehabilitatif
o   Pencegahan dan peningkatan kesehatan
o   Sebagai tempat pendidikan dan pelatihan tenaga medik.

  1. Sistem Pelayanan Kesehatan Masyarakat (medik)
Ø  Puskesmas
o   Merupakan Pusat Pengembangan Kesehatan Masyarakat dalam wilayah kerjanya
o   Melakukan pembinaan terhadap peran serta masyarakat di wilayah kerjanya dalam rangka meningkatkan kemampuan hidup sehat.
o   Memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat di wilayah kerjanya.
o    
-          TINGKAT PELAYANAN KESEHATAN

           Merupakan bagian dari sistem pelayanan kesehatan yg diberikan pada masyarakat. Menurut Leavel & Clark dlm memberikan pelayanan kesehatan harus memandang pada tingkat pelayanan kesehatan yg akan diberikan, yaitu :
a.       Health promotion (promosi kesehatan)
Merupakan tingkat pertama dalam memberikan pelayanan melalui peningkatan kesehatan dan bertujuan utk meningkatkan status kesehatan masyarakat.
Cth: kebersihan perorangan, perbaikan sanitasi lingkungan, dsb
b.      Specifik protection (perlindungan khusus)
Perlindungan khusus adalah masih terlindung dari bahaya atau penyakit tertentu
Contoh : Imunisasi, perlindungan keselamatan kerja
c.        Early diagnosis and prompt treatment (diagnosis dini & pengobatan segera)
Sudah mulai timbulnya gejala penyakit dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit
Contoh : survey penyaringan kasus

-          LEMBAGA PELAYANAN KESEHATAN

Merupakan tempat pemberian pelayanan kesehatan pd masyarakat untuk meningkatkan status kesehatan bervariasi berdasarkan tujuan pemberian kesehatan.
Terdiri dari :
1.      Rawat Jalan
Bertujuan memberikan pelayanan kesehatan pada tingkat pelaksanaan diagnosis & pengobatan penyakit akut/ mendadak & kronis yg dimungkinkan tdk terjadi rawat inap.
2.      . Institusi
Merupakan lembaga pelayanan kesehatan yg fasilitasnya cukup dlm memberikan berbagai pelayanan kesehatan.
Contoh : RS, pusat rehabilitasi, dsb
3.       Hospice
Bertujuan memberikan pelayanan kesehatan yg difokuskan pd klien dg sakit terminal sampai melewati masa terminal dengan tenang
Biasanya digunakan dalam home care.
4.       Community Based Agency
Dilakukan di keluarga klien, spt praktek perawat keluarga, dsb

-          LINGKUP SISTEM PELAYANAN KESEHATAN

Dalam sistem pelayanan kesehatan dapat mencakup pelayanan dokter, pelayanan keperawatan & pelayanan kesehatan masyarakat. Terdapat tiga bentuk pelayanan kesehatan, yaitu :

1.      Primary health care (pelayanan kesehatan tk. pertama)

ü  Dilaksanakan pada masyarakat yang memiliki masalah kesehatan yang ringan/masyarakat sehat sehingga kesehatan optimal & sejahtera
ü  Sifat pelayanan kesehatan: pelayanan kesehatan dasar
ü  Puskesmas, balai kesehatan

2.       Secondary health care
Untuk klien yg membutuhkan perawatan rawat inap tapi tidak dilaksanakan di pelayanan kesehatan utama.
ü  RS yg tersedia tenaga spesialis

3.       Tertiary health care (pelayanan kesehatan tingkat Ketiga)
ü  Tingkat pelayanan tertinggi
ü  Membutuhkan tenaga ahli/subspesialis & sbg tempat rujukan utama spt RS tipe A atau B.

o   SISTEM RUJUKAN
Sistem Rujukan Upaya KesehatanTerdapat perbedaan pengertian antara konsultasi dan rujukan. Konsultasi adalah upaya meminta bantuan profesional penanganan kasus penyakit kepada yang lebih ahli berupa saran (bersifat kesejawatan/kode etik). Rujukan adalah upaya pelimpahan wewenang dan tanggungjawab penanganan kasus penyakit dan atau masalah kesehatan kepada dokter lainyang sesuai.Prof. Dr. Soekidjo Notoatmodjo mendefinisikan sistem rujukan sebagai suatu sistem penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang melaksanakan pelimpahan tanggungjawab timbal balik terhadap satu kasus penyakit atau masalah kesehatan secara vertikal (dari unit yang lebih mampu menangani), atau secara horizontal (antar unit-unit yang setingkat kemampuannya).
Tujuan Sistem Rujukan Upaya Kesehatan.
ü  Umum:
o   Dihasilkannya pemerataan upaya pelayanan kesehatan yang didukung kualitas pelayananyang optimal dalam rangka memecahkan masalah kesehatan secara berdaya guna dan berhasil guna.


ü  Khusus:
o   Dihasilkannya upaya pelayanan kesehatan klinik yang bersifat kuratif dan rehabilitatif secara berhasil guna dan berdaya guna.
o   Dihasilkannya upaya kesehatan masyarakat yang bersifat preventif dan promotif secaraberhasil guna dan berdaya guna.3.

Jenis RujukanSistem Rujukan secara konsepsional menyangkut hal-hal sebagai berikut:
o   Rujukan Medik, meliputi:Adalah rujukan masalah kedokteran yang bertujuan menyembuhkan dan ataumemulihkan status kesehatan pasien, atau sebaliknya untuk tindak lanjut yg diperlukan.Rujukan medik dibedakan atas 3 macam:
a.       Rujukan kasus: untuk hal tentang penatalaksanaan pasien dari satu strata yg kurangmampu ke strata yang lebih sempurna atau sebaliknya (untuk tindak lanjut yg diperlukan) untuk keperluan diagnostik, pengobatan, tindakan medik, dll.
b.      Rujukan bahan pemeriksaan (spesimen): pengiriman bahan-bahan pemeriksaanlaboratorium dari strata yang kurang mampu kepada lebih mampu atau lebih lengkap,atau sebaliknya (tindak lanjut yg diperlukan).
c.       Rujukan Ilmu Pengetahuan: pengiriman dokter/tenaga kesehatan yg lebih ahli (stratapelayanan yang lebih mampu) ke strata yang kurang mampu untuk melaksanakanbimbingan/diskusi atau sebaliknya untuk pendidikan dan pelatihan.

o   Rujukan Kesehatan.Adalah rujukan yang menyangkut masalah kesehatan masyarakat yang bertujuan meningkatkan derajat kesehatan dan atau mencegah penyakit yang ada di masyarakat. Rujukan kesehatan terdiri dari:
a.       Rujukan tenaga, antara lain dukungan tenaga ahli untuk penyelidikan KLB, penanggulangangangguan kesehatan karena bencana alam, bantuan penyelesaian masalah hukum kesehatan.
b.      Rujukan sarana dan logistik, antara lain peminjaman peralatan medis, bantuan obat, dsb.
c.       Rujukan Operasional: pelimpahan wewenang dan tanggungjawab penanggulangan masalah kesmas atau penyelenggaraan upaya kesehatan masyarakat.



PERENCANAAN
PENGERTIAN PERENCANAAN
*       PERENCANAAN : KEMAMPUAN UNTUK MEMILIH SATU KEMUNGKINAN DAN BERBAGAI KEMUNGKINAN YANG TERSEDIA DAN YANG DIPANDANG PALING TEPAT UNTUK MENCAPAI TUJUAN .(Billy E. Goetz)
*       PERENCANAAN : PEKERJAAN YANG MENYANGKUT PENYUSUNAN KONSEP SERTA KEGIATAN YANG AKAN DILAKSANAKAN UNTUK MENCAPAI TUJUAN YANG TELAH DITETAPKAN DEMI MASA DEPAN LEBIH BAIK. (Le Breton).
*       PERENCANAAN ADALAH SUATU PROSES PEMILIHAN DAN PENGEMBANGAN DARIPADA TINDAKAN YANG PALING BAIK UNTUK PENCAPAIAN TUGAS. (Garth N.Jone)

*       PERENCANAAN ADALAH SUATU FUNGSI DIMANA PIMPINAN KEMUNGKINAN MENGGUNAKAN SEBAGIAN PENGARUHNYA UNTUK MENGUBAH DARIPADA WEWENANGNYA. (M.Farland)
*       PERENCANAAN  ADALAH  SUATU  PROSES  SISTEMATIK  BERUPA  PENGAMBILAN  KEPUTUSAN  TENTANG  PEMILIHAN  SASARAN,  TUJUAN,  STRATEGI,  KEBIJAKAN,  BENTUK  PROGRAM,  PELAKSANAAN  PROGRAM  DAN  PENILAIAN  KEBERHASILAN  (EVALUASI)
*       PERENCANAAN  BERARTI  PENGAMBILAN  KEPUTUSAN  DENGAN  MEMPERHITUNGKAN  PERUBAHAN  APA  YANG  AKAN  TERJADI  (FORECASTING  OF  CHANGES.

¡  KENAPA PERENCANAAN  PENTING ?
Ø  Tanpa perencanaan tidak ada tujuan   yang ingin dicapai
Ø   Tanpa perencanaan tidak ada pedoman pelaksanaan sehingga banyak pemborosan
Ø   Rencana merupakan dasar pengendalian
Ø   Tanpa rencana tidak ada keputusan (Proses manajemen tidak ada)
Ø   Perencanaan suatu usaha memperkecil resiko di masa datang
Ø  Menjelaskan secara tepat tujuan-tujuan serta cara-cara mencapai tujuan.
Ø  Sebagai pedoman bagi semua orang yang terlibat dalam organisasi pada pelaksanaan rencana yang telah disusun.
Ø  Merupakan alat pengawasan terhadap pelaksanaan program.
Ø  Meningkatkan efisiensi dan efektivitas penggunaan segala sumber daya yang dimiliki organisasi.
Ø  Memberikan batas-batas wewenang dan tanggung jawab setiap pelaksanaan, sehingga dapat meningkatkan kerja sama/koordinasi.

¡  JENIS PERENCANAAN
  1. Jangka Waktu
ü  Jangka Panjang
ü  Jangka Menengah
ü  Jangka Pendek
  1. Frekuensi Penggunaan
ü  Single Use Planning
ü  Repeat Use Planning
  1. Tingkatannya
ü  Master Planning
ü  Operational Planning
ü  Day to day planning

d.     .Filosofi
ü  Satisfising planning
ü  Optimizing planning
ü  Adaptiviser planning
e.       Orientasi Waktu
ü  Past present planning
ü  Futrure oriented planning
       f .  Ruang Lingkup
ü  Strategic Planning
ü   Tactical Planning
ü   Comprehensif planning
ü   Integreted planning
¡  SYARAT PERENCANAAN
ü  Tujuan harus jelas
ü  Uraian aktivitas yang lengkap
ü  Jangka waktu pelaksanaan jelas
ü  Job description harus jelas
ü  Faktor pendukung dan penghambat
ü  Mencantumkan standar yang dipakai untuk mengukur keberhasilan
ü  Berpedoman kepada sistem yang sedang berlaku
ü  Simple
ü  Fleksibel
¡  LANGKAH-LANGKAH PERENCANAAN
1.      Analisis Situasi
o   Derajat Kesehatan
o   Kependudukan
o   Perilaku Kesehatan
o   Lingkungan
o   Upaya Kesehatan
2.      Iidentifikasi masalah
3.      Penetapan prioritas masalah
4.      Penyusunan alternatif masalah
5.      Penetapan prioritas jalan keluar
6.      POA (Plan Of Action)
7.      Monitoring dan Pengawasan
8.      Evaluasi
9.       
¡  MASALAH
o   Ada kesenjangan antara realita dan harapan
o   Ada perhatian terhadap masalah tersebut
o   Ada tanggungjawab untuk mengatasi masalah tersebut


ACTUATING
PENGERTIAN ACTUATING :
*       Actuating adalah membuat semua anggota kelompok agar mau berkerjasama dan bekerja secara iklas serta bergairah untuk mencapai tujuan sesuai dengan perencanan dan usaha-usaha pengorganisasian. (G. R. Terry, 1993)
*       Actuating adalah hubungan antara aspek-aspek individual yang ditimbulkan oleh adanya pengaturan terhadap bawahan-bawahan untuk dapat dipahami dan pembagian pekerjaan yang efektif untuk tujuan perusahaan yang nyata. (Koontz O’donnel).
*       Pengarahan adalah hubungan antara aspek-aspek individual yang ditimbulkan oleh adanya pengaturan terhadap bawahan-bawahan untuk dapat dipahami dan pembagian pekerjaan yang efektif untuk tujuan perusahaan yang nyata.

¡  UNSUR-UNSUR YANG HARUS DIPERHATIKAN :
  1. Kepemimpinan
ü  Kepemimpinan adalah hubungan yang tercipta dari adanya pengaruh yang dimiliki oleh seseorang terhadap orang lain sehingga orang lain tersebut secara sukarela mau dan bersedia bekerjasma untuk mencapai tujuan yang diinginkan.(Terry, 1993)
ü  Kepemimpinan adalah kemampuan seseorang mempengaruhi prilaku orang lain untuk berpikir dan berprilaku dalam rangka perumusan dan pencapaian tujuan organisasi didalam situasi tertentu.
¡  Fungsi Kepemimpinan
o   Penengah : berfungsi untuk mengambil keputusan
o   Penganjur : Menuangkan ide atau gagasan
o   Pemenuhan tujuan : Menggerakkan anggota untuk mau bekerja secara bersama-sama
o   Katalisator : penggerak para bawahannya
o   Pemberi jaminan : mengatasi masalah yang muncul
o   Mewakili : wakil dari suatu organisasi
o   Pembangkit semangat
o   Pemujian : Penghargaan dari orang lain, pimpinan dapat memenuhi kepentingan ini untuk bawahan

¡  Teori Kepemimpinan
1)      Teori Bakat
Merupakan teori klasik. Adanya bakat yang dibawa sejak lahir
2)      Teori Situasi
Terbentuk oleh adanya suatu situasi. Seseorang dapat menjadi pemimpin apabila ia mempunyai pendidikan dan pengalaman
3)      Teori Lingkungan
Karena ada bakat dalam diri seseorang dan ditunjang oleh adanya pendidikan dan pengalaman. 
4)      Teori X VS Teori Y

-          Gaya Kepemimpinan
1)      Kepemimipinan Otokratis
 Semua keputusan tergantung pada seseorang
2)      Kepemimpinan Demokratis
                 Melibatkan para anggota untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan
3)      Kepemimpinan Liberal
                 Para anggota memiliki kebebasan penuh dalam pengambilan keputusan. Pemimpin            berpartisipasi minimum.
  1. Motivasi
Merupakan dorongan yang dimiliki oleh seseorang sehingga orang tersebut mau bekerja dengan ikhlas demi tercapainya tujuan secara efisien.
TEORI MOTIVASI MENURUT MASLOW
1.       Self Actualization Needs
          kebutuhan akan aktualisasi diri dengan menggunakan kecakapan, kemampuan, keterampilan dan potensi diri yang ada
2.       Esteem Needs
          Kebutuhan akan penghargaan diri, status, gengsi, prestise.
  1. Social Needs
          Kebutuhan akan teman, dicintai dan mencintai, kebutuhan akan perasaan diterima oleh orang lain dan lingkungannya
4.       Safety Needs
          Kebutuhan akan keamanan dari ancaman,baik fisik maupun materi.
5.       Basic Needs
          Kebutuhan yang diperlukan untuk kelangsungan hidupnya, seperti makan, minum, udara, perumahan, dan lain-lain.
-          Hezberg Two Factors Motivation Theory
o   Pemuas (Motivator)
       Menghasilkan prestasi kerja meliputi rasa tanggungjawab, prestasi adanya  pengakuan, pekerjaan itu sendiri serta adanya pengembangan diri.
o   Hygiene
       Ketidakpuasan pekerja. Membantu manusia dalam menghindarkan keadaan yang tidak menyenangkan. Seperti gaji/upah, kondisi kerja, kebijaksanaan dan administrasi perusahaan, hubungan antar pribadi.
-          Perbedaan Maslow’s Hierarchy Theory dan Herzberg’s Two factors Motivation Theory
o   Maslow mengemukakan bahwa kebutuhan-kebutuhan manusia itu sendiri terdiri dari lima tingkat sedangkan Herzberg mengelompokkannya kedalam dua kelompok.
o   Menurut Maslow semua tingkat kebutuhan itu merupakan alat motivator, sedang herzberg (gaji, upah dan sejenisnya) bukan alat motivasi, hanya merupakan alat pemeliharaan saja. Yang menjadi motivator adalah yang berkaitan langsung dengan pekerjaan itu.
o   Teori maslow dikembangkan hanya berdasarkan pengamatan sedangkan Herzberg berdasarkan hasil penelitiannya.

3.      Komunikasi
*       Menurut lexicographer (ahli kamus bahasa), komunikasi adalah upaya yang bertujuan berbagi untuk mencapai kebersamaan. Jika dua orang berkomunikasi maka pemahaman yang sama terhadap pesan yang saling dipertukarkan adalah tujuan yang diinginkan oleh keduanya. Webster’s New Collegiate Dictionary edisi tahun 1977 antara lain menjelaskan bahwa komunikasi adalah suatu proses pertukaran informasi diantara individu melalui sistem lambang-lambang, tanda-tanda atau tingkah laku.
*       Komunikasi adalah suatu proses melalui mana seseorang (komunikator) menyampaikan stimulus (biasanya dalam bentuk kata-kata) dengan tujuan mengubah atau membentuk perilaku orang-orang lainnya (khalayak). Hovland, Janis & Kelley:1953
*       Komunikasi adalah proses penyampaian informasi, gagasan, emosi, keahlian dan lain-lain. Melalui penggunaan simbol-simbol seperti kata-kata, gambar-gambar, angka-angka dan lain-lain. Berelson dan Stainer, 1964
*       Komunikasi pada dasarnya merupakan suatu proses yang menjelaskan siapa, mengatakan apa, dengan saluran apa, kepada siapa? Dengan akibat apa atau hasil apa? (Who? Says what? In which channel? To whom? With what effect?) Lasswell, 1960
*       Komunikasi adalah suatu proses yang membuat sesuatu dari yang semula dimiliki oleh seseorang (monopoli seseorang) menjadi dimiliki oleh dua orang atau lebih. Gode, 1959
*       Komunikasi timbul didorong oleh kebutuhan-kebutuhan untuk mengurangi rasa ketidakpastian, bertindak secara efektif, mempertahankan atau memperkuat ego. Barnlund, 1964
*       Komunikasi adalah suatu proses yang menghubungkan satu bagian dengan bagian lainnya dalam kehidupan. Ruesch, 1957
*       Komunikasi adalah seluruh prosedur melalui mana pikiran seseorang dapat mempengaruhi pikiran orang lainnya. Weaver, 1949

-          Paradigma Lasswell di atas menunjukkan bahwa komunikasi meliputi lima unsur sebagai jawaban dari pertanyaan yang diajukan itu,yaitu:
o   Komunikator (siapa yang mengatakan?)
o   Pesan (mengatakan apa?)
o   Media (melalui saluran/ channel/media apa?)
o   Komunikan (kepada siapa?)
o   Efek (dengan dampak/efek apa?).
-          PROSES KOMUNIKASI
o   Proses komunikasi secara primer
Proses komunikasi secara primer adalah proses penyampaian pikiran dan atau perasaan seseorang kepada orang lain dengan menggunakan lambang (symbol) sebagai media. Lambang sebagai media primer dalam proses komunikasi adalah pesan verbal (bahasa), dan pesan nonverbal (kial/gesture, isyarat, gambar, warna, dan lain sebagainya) yang secara langsung dapat/mampu menerjemahkan pikiran dan atau perasaan komunikator kepada komunikan.
o   Proses komunikasi sekunder
           Proses komunikasi secara sekunder adalah proses penyampaian pesan oleh komunikator kepada komunikan dengan menggunakan alat atau sarana sebagai media kedua setelah memakai lambang sebagai media pertama.