BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR
BELAKANG
LEBIH dari 60
juta orang dalam 20 tahun terakhir terinfeksi Human Immunodeficiency Virus
(HIV). Dari jumlah itu, 20 juta orang meninggal karena Acquired Immune
Deficiency Syndrome (AIDS). Tahun 2001, UNAIDS (United Nations Joint Program on
HIV/AIDS) memperkirakan, jumlah Orang Hidup Dengan HIV/AIDS (ODHA) 40 juta.
HIV merupakan bagian dari kelompok virus
yang disebut Lentivirus yang ditemukan pada primata nonmanusia. Secara
kolektif, Lentivirus diketahui sebagai virus monyet yang dikenal dengan nama
Simian Immunodeficiency Virus (SIV). HIV merupakan keturunan dari SIV. Jenis
SIV tertentu mirip dengan dua tipe HIV, yakni HIV- 1 dan HIV-2, yang menyerang
salah satu sel dari darah putih yaitu sel limfosit.
Belakangan diketahui bahwa ternyata
penelitian membuktikan kebanyak dari penderita adalah wanita yang notabenenya
kebanyakan dari mereka hanyalah korban. Hal ini disebabkan dari bermacam-macam
factor baik itu dari segi ekonomi, pendidikan dan lain sebagainya.
1.2 RUMUSAN
MASALAH
! Apa
definisi HIV AIDS?
! Bagaimana
epidemiologinya di tingkat global, nasional dan lokal?
! Faktor-faktor
apa saja menyebabkan wanita rentan HIV AIDS disbanding pria?
! Bagaimana
pencegahan terhadap HIV AIDS?
1.3 TUJUAN
? Mengetahui
definisi HIV AIDS
? Mengetahui
epidemiologi HIV ADIS di tingkat global, nasional dan lokal
? Mengetahui
faktor penyebab wanita rentan HIV AIDS disbanding pria
? Mengetahui
pencegahan terhadap HIV AIDS
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 DEFINISI
HIV AIDS
2.1.1 Virus HIV
HIV
adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus yang dapat menyebabkan AIDS
dengan cara menyerang sel darah putih yang bernama sel CD4 sehingga dapat
merusak sistem kekebalan tubuh manusia yang pada akhirnya tidak dapat bertahan
dari gangguan penyakit walaupun yang sangat ringan sekalipun.
Virus
HIV menyerang sel CD4 dan merubahnya menjadi tempat berkembang biak Virus HIV
baru kemudian merusaknya sehingga tidak dapat digunakan lagi. Sel darah putih
sangat diperlukan untuk sistem kekebalan tubuh. Tanpa kekebalan tubuh maka
ketika diserang penyakit maka tubuh kita tidak memiliki pelindung. Dampaknya
adalah kita dapat meninggal dunia terkena pilek biasa.
2.1.2 Penyakit AIDS
AIDS
adalah singkatan dari Acquired Immune Deficiency Syndrome yang merupakan dampak
atau efek dari perkembang biakan virus hiv dalam tubuh makhluk hidup. Virus HIV
membutuhkan waktu untuk menyebabkan sindrom AIDS yang mematikan dan sangat
berbahaya. Penyakit AIDS disebabkan oleh melemah atau menghilangnya sistem
kekebalan tubuh yang tadinya dimiliki karena sel CD4 pada sel darah putih yang
banyak dirusak oleh Virus HIV.
Ketika
kita terkena Virus HIV kita tidak langsung terkena AIDS. Untuk menjadi AIDS
dibutuhkan waktu yang lama, yaitu beberapa tahun untuk dapat menjadi AIDS yang
mematikan. Seseorang dapat menjadi HIV positif. Saat ini tidak ada obat, serum
maupun vaksin yang dapat menyembuhkan manusia dari Virus HIV penyebab penyakit
AIDS.
2.2 EPIDEMIOLOGI
2.2.1
EIDEMIOLOGI GLOBAL
UNAIDS
dan WHO memperkirakan bahwa AIDS telah membunuh lebih dari 25 juta jiwa sejak
pertama kali diakui tahun 1981, membuat AIDS sebagai salah satu epidemik paling
menghancurkan pada sejarah. Meskipun baru saja, akses perawatan antiretrovirus
bertambah baik di banyak region di dunia, epidemik AIDS diklaim bahwa
diperkirakan 2,8 juta (antara 2,4 dan 3,3 juta) hidup di tahun 2005 dan lebih
dari setengah juta (570.000) merupakan anak-anak. Secara global, antara 33,4
dan 46 juta orang kini hidup dengan HIV. Pada tahun 2005, antara 3,4 dan 6,2
juta orang terinfeksi dan antara 2,4 dan 3,3 juta orang dengan AIDS meninggal
dunia, peningkatan dari 2003 dan jumlah terbesar sejak tahun 1981.
Afrika
Sub-Sahara tetap merupakan wilayah terburuk yang terinfeksi, dengan perkiraan
21,6 sampai 27,4 juta jiwa kini hidup dengan HIV. Dua juta [1,5&-3,0 juta]
dari mereka adalah anak-anak yang usianya lebih rendah dari 15 tahun. Lebih
dari 64% dari semua orang yang hidup dengan HIV ada di Afrika Sub Sahara, lebih
dari tiga per empat (76%) dari semua wanita hidup dengan HIV. Pada tahun 2005,
terdapat 12.0 juta [10.6-13.6 juta] anak yatim/piatu AIDS hidup di Afrika Sub Sahara.
Asia Selatan dan Asia Tenggara adalah terburuk kedua yang terinfeksi dengan
besar 15%. 500.000 anak-anak mati di region ini karena AIDS. Dua-tiga infeksi
HIV/AIDS di Asia muncul di India, dengawn perkiraan 5.7 juta infeksi (perkiraan
3.4 - 9.4 juta) (0.9% dari populasi), melewati perkiraan di Afrika Selatan yang
sebesar 5.5 juta (4.9-6.1 juta) (11.9% dari populasi) infeksi, membuat negara
ini dengan jumlah terbesar infeksi HIV di dunia.[97] Di 35 negara di Afrika
dengan perataan terbesar, harapan hidup normal sebesar 48.3 tahun - 6.5 tahun
sedikit daripada akan menjadi tanpa penyakit
2.2.2
EPIDEMIOLOGI NASIONAL
Kasus AIDS secara Nasional s/d 2010 adalah
19.973 kasus dari 32 propinsi yang melaporkan dan dari 214 Kabupaten/Kota
Se-Indonesia. Kasus AIDS yang dilaporkan telah meninggal adalah 3.846 jiwa.
2.2.3
EPIDEMIOLOGI SULAWESI SELATAN
Situasi di Sulsel sampai dengan
Agustus 2006 :
! HIV : 723
! AIDS
: 274
! Kumulatif
infeksi HIV dan Kasus AIDS : 997
2.3 FAKTOR
PENYEBAB WANITA RENTAN HIV AIDS DIBANDING PRIA
2.3.1
FAKTOR BIOLOGI
J Penipisan diding vagina yang
dapat membuat wanita rentan terserang
virus.
J Bentuk organ
kelamin wanita yang memiliki permukaan (mukosa) alat kelamin yang lebih luas sehingga
cairan sperma mudah terpapar ketika hubungan seksual.
J Virus HIV lebih banyak hidup di cairan sperma.
J Terdapat banyak
lipatan membuat permukaan menjadi luas dan dinding vagina sendiri memiliki
lapisan tipis yang mudah terluka,memudahkan air mani bertahan lebih lama dalam
rongga vagina bila terjadi infeksi,sehingga air mani yang terinveksi dapat
segera menulari perempuan tersebut.
J Kecenderungan
perempuan untuk tidak mengalami gejala pada waktu menderita sebuah penyakit
menular seksual. (ini menjadi pintu bagi
HIV, terutama jika telah menyebabkan
luka atau ulcer).
2.3.2
FAKTOR SOSIAL
2.3.2.1 FAKTOR SOSIAL
BUDAYA
N Perempuan dikonstruksikan untuk bersikap penurut,pasif,sabar dan setia
sedangkan laki-laki dominan,agresif dan mengambil inisiatif dalam hubungan
seksual.
N Adanya persepsi di lingkungan masyarakat
bahwa hal yang wajar jika seorang laki-laki memiliki lebih dari satu pasangan
N Perempuan menjadi rentan karena dituntut untuk menjalankan peran
sebagai pengasuh,perawat apabila suami,anak,atau keluarga edang sakit,sedangkan
jika dirinya sendiri sakit seringkali terabaikan.
N Tradisi yang merugikan perempuan seperti dijodohkan,dipaksa
menikah,dipaksa jadi PSK,tradisi turun ranjang di Sumatra Utara
N Stigma ganda,yaitu perempuan adalah makhluk kelas dua yang cenderung
disalahkan atas apa yang terjadi terhadap dirinya sendiri.
N Stigma yang mendiskriminasi kaum perempuan bahwa semestinya mereka
dapat menjaga diri,suami,dan keluarganya agar tidak terinfeksi HIV/AIDS
N Pandangan terhadap wanita yang terinfeksi HIV/AIDS adalah wanita tidak
baik prilakunya dan tidak bermoral,suatu keadaan yang memalukan dan kotor ,sehingga menyebabkan sebagian wanita malu untuk mengakses informasi
dan segan untuk memeriksakan diri.
N Perempuan disosialisasikan sedemikian rupa untuk menomorduakan
kebutuhan kesehatan sesudah anggota keluarga.
2.3.2.2 FAKTOR EKONOMI
h Ketidaksetaraan ekonomi antara perempuan dan laki-laki sering kali
memaksa perempuan dalam peran patuh dan tergantung pada laki-laki.
Kerentaranan perempuan secara ekonomi seringkali terjadi
dikarenakan perempuan tidak memiliki penghasilan sendiri, sehingga
tergantung pada orang lain,dalam hal ini suami atau pasangan dalam menafkahi
hidupnya.
h Wanita yang lemah dalam hal ekonomi tidak memiliki kekuatan untuk
melindungi dirinya sendiri
h Bargaining power mengakibatkan keengganan wanita meminta informasi
kepada suaminya tentang status kesehatan pasangan seksualnya tersebut dan tidak berani menegur bahkan bertanya
terkait kehidupan atau aktivitas suaminya diluar rumah
h Masalah ekonomi menjadikan sebagian perempuan tidak bisa memilih dengan
siapa dia akan menikah: kapan,dengan siapa,dan bagaimana dia melakukan hubungan
seksual.
h Faktor tergantung terhadap suami menyebabkan mereka tidak bisa menolak
hubungan seksual meskipun dia mengetahui suaminya memiliki hubungan dengan sejumlah perempuan lain diluar pernikahannya
h Banyak perempuan yang akhirnya harus menjadi PSK dimana ini sangat
berpotensial terinfeksi HIV,seperti di negara miskin atau kota-kota besar
sebagian kaum perempuan tidak memiliki pilihan lain selain menukarkan
tubuhnya dengan uang untuk tetap bertahan hidup.
2.3.2.3 FAKTOR PENDIDIKAN
? Kurangnya pengetahuan wanita mengenai perubahan tubuh khususnya yang
berhubungan dengan organ reproduksinya
? Minimnya pengetahuan tersebut menyebabkan mereka tidak mampu merawat
organ intinya dan suami akan lebih mudah berpaling mencari kepuasan sex dengan
wanita lain.
? Tidak adanya informasi yang mereka ketahui terhadap bahaya
HIV/AIDS,inilah salah satu faktor mereka enggan melakukan pemeriksaan meskipun
ternyata telah melakukan perbuatan yang beresiko.
? Kurang meratanya akses informasi,konsultasi maupun bimbingan yang
didapatkan oleh perempuan dan ibu-ibu rumah tangga.
? Akses pendidikan dan pelayanan kesehatan kurang sehingga perempuan
tidak mengerti akan masalah kesehatan reproduksinya termasuk persoalan seputar
HIV/AIDS.
? Sebagian dari mereka yang telah terinfeksi selalu menjadikan kondom
sebagai solusi untuk mencegah penularan padahal menurut beberapa penelitian
kegagalan kondom dalam pencegahan HIV/AIDS mencapai 33%,itu dikarenakan ukuran
pori-pori kondom terkecil adalah 5
mikron sedangkan ukuran virus HIV/AIDS yakni sebesar 0,1 mikron, maka pori-pori
kondom sangat mudah dilewati. Ini seperti kelereng yang melewati gorong-gorong.
BAB III
KESIMPULAN
Ada 3 cara yang bisa dijadikan pilihan agar tidak terinfeksi HIV melalui hubungan seks, yaitu:
A : Anda puasa seks
B : Bersikap saling setia dalam satu pasangan,
dimana kedua orang pasangan ini sama-sama HIV-nya negatif
C : Condom. Gunakan kondom secara benar dan
terus menerus, bila salah satu atau kedua pasangan ini pernah berperilaku
risiko tinggi. Jangan menyangkal perilaku seks Anda karena bisa berakibat fatal
pada diri Anda, pasangan dan calon bayi Anda.
D : Don’t Inject. Tidak menggunakan jarum
suntik.
E : Education . Dengan pendidika yang baik kita
akan lebih banyak tahu tentang HIV AIDS dan penularannya.
DAFTAR
PUSTAKA

Tidak ada komentar:
Posting Komentar