Rabu, 26 Desember 2012

EPTM_ ATEROSKLEROSIS di BENUA AMERIKA



BAB I
PENDAHULUAN
1.1     Latar Belakang Masalah
Aterosklerosis adalah suatu penyakit yang menyerang pembuluh darah besar maupun kecil dan ditandai oleh kelainan fungsi endotelial, radang vaskuler dan pembentukan lipid, kolesterol, zat kapur, bekas luka vaskuler di dalam dinding pembuluh intima dengan kode ICD I 70. Aterosklerosis berasal dari kata athero dalam bahasa Yunani (athera) suatu bentuk gabung yang menunjukan degenerasi lemak atau hubungan dengan atheroma yang bisa juga berdampak pda fungsi otak untuk mengontrol aktivitas tubuh .  Sedangkan skelosis dalam bahasa Yunani adalah indurasi dan pengerasan, Seperti pengerasan sebagian peradangan, pembentukan jaringan ikat atau meningkat atau penyakit zat inersisial.
Aterosklerosis bermula ketika sel darah putih yang disebut monosit, pindah dari aliaran darah ke dalam dinding arteri dan diubah menjadi sel-sel yang mengumpulkan bahan lemak. Pada saatnya monosit yang terisi lemak ini akan terkumpul, menyebabkan bercak penebalan di lapisan dalam ateri. Unsur lemak yang berperan disini adalah LDL (low density lipoprotein), LDL sering di sebut kolestrol jahat, tinggi LDL akan berpotensi menumpuk disepanjang dinding nadi korener. Arteri yang terkena arterosklerosis akan kehilangan kelenturannya dan karena ateroma terus tumbuh, maka arteri akan menyempit. Lama-lama ateroma mengumpulkan endapan kalsium, sehingga bisa rapuh dan pecah. Darah bisa masuk ke dalam ateroma yang pecah, sehingga ateroma menjadi lebih besar dan mempersempit arteri. Ateroma yang pecah juga bisa menumpahkan kandungan lemaknya dan memicu terjadinya pembekuan darah ( thrombus ). Selanjutnya bekuan ini akan mempersempit bahkan menyumbat arteri, atau bekuan akan terlepas dan mengalir bersama aliran darah dan menyebabkan sumbatan di daerah lain ( emboli ). Akibat dari penyempitan arteri jantung kesulitan memompa darah dan timbul rasa nyeri di dada, suka pusing-pusing dan berlanjut ke gejala serangan jantung mendadak. Bila penyumbatan terjadi di otak maka yang di derita stroke dan bisa juga menyebabkan kelumpuhan.
Primary event dari patogenesis aterosklerosis adalah adanya injury pada endotel arteri yang mengakibatkan disfungsi endotel. Disfungsi di sini berarti endotel masih utuh tetapi fungsinya sudah rusak. Injury pada endotel sebagai primary event dibuktikan oleh : Aterosklerosis sering terjadi pada daerah percabangan arteri. Dimana daerah ini merupakan daerah yang mudah terserang arteriosclerosis, dan adanya faktor resiko yang dapat menyebabkan aterosklerosis yang terdiri dari: usia, jenis kelamin, golongan darah, diabetetes militus, perokok, hipertensi, hiperlipidemia, obesitas. Adanya disfungsi endotel menyebabkan : Endotel kehilangan fugsinya seperti fungsi barier hilang sehingga sel darah dan plasma masuk ke ruangan subendotelial kemudian endotel kehilangan antitrombotik sehingga mengeluarkan factor proakoagulan dan setelah itu mengeluarkan factor kemotatik yang akan menarik sel-sel lain yang terlibat dalam proses aterogenesis, seperti monosit dan sel otot polos. Dalam patogenesis ada empat sel yang mempengaruhi terbentuknya aterosklerosis yaitu: sel endotel, sel otot polos, platelet dan makrofag. Dalam patogenesis ada empat sel yang mempengaruhi terbentuknya aterosklerosis yaitu: sel endotel, sel otot polos, platelet dan makrofag.

1.2     Rumusan Masalah
1.         Apa definisi Aterosklerosis?
2.         Bagaimana Aterosklerosis dilihat dari segi etiologi dan patofisiologi dan kode ICD?
3.         Bagaimana faktor risiko aterosklerosis mempengaruhi aterosklerosis itu sendiri?
4.         Bagaimana upaya pencegahan aterosklerosis?

1.3     Tujuan
1.         Mengetahui definisi Aterosklerosis?
2.         Mengetahui aterosklerosis dilihat dari segi etiologi dan patofisiologi dan kode ICD?
3.         Mengetahui faktor risiko aterosklerosis mempengaruhi aterosklerosis itu sendiri?
4.         Mengidentifikasi  upaya pencegahan aterosklerosis?


BAB II
PEMBAHASAN

2.1     Definisi Ateroskelerosis
Awalnya, kolesterol yang dibawa oleh darah menumpuk. Semakin lama, tumpukan kolesterol itu akan mengeras dan mempersempit saluran pembuluh darah. Akibatnya, terjadi gangguan peredaran darah dan oksigen dalam tubuh. Celakanya lagi, plak kolesterol yang terbentuk di dalam pembuluh darah bersifat rapuh dan mudah pecah. Bila terjadi pecahan, dapat menimbulkan luka pada dinding pembuluh darah. Luka yang terjadi dapat menyebabkan pembentukan bekuan darah pada pembuluh darah yang semakin menyumbat rongga pembuluh darah. Bekuan darah dapat berujung pada stroke dan serangan jantung.
Sebelum terjadinya penyempitan arteri atau penyumbatan mendadak, aterosklerosis biasanya tidak menimbulkan gejala. Gejalanya bergantung pada lokasi terbentuknya, sehingga bisa berupa gejala jantung, otak, tungkai atau tempat lainnya. Jika aterosklerosis menyebabkan penyempitan arteri yang sangat berat, maka bagian tubuh yang seharusnya dialiri oleh darah tidak akan mendapatkan darah dalam jumlah yang memadai, yang mengangkut oksigen ke jaringan. Kolesterol yang tinggi dan menumpuk pada pembuluh darah akan menyebabkan saluran pembuluh darah menjadi kaku, tidak elastis, dan menyempit.
2.2     Proses terjadinya aterosklerosis
Proses aterosklerosis diawali pada masa kanak-kanak dan manifes secara klinis pada usia menengah dan lanjut. Proses ini terutama mengenai arteri-arteri berukuran sedang. Dalam fase pertumbuhannya, lesi-lesi aterosklerosis dibagi menjadi:
a) Fatty streak
Lesi ini mulai tumbuh pada masa kanak-kanak, makroskopik berbentuk bercak berwarna kekuningan, yang terdiri dari sel-sel yang disebut foam cells. Sel-sel ini ialah sel-sel otot polos dan makrofag yang mengandung lipid, terutama dalam bentuk ester cholesterol.
b) Fibrous plaque
Lesi ini berwarna keputihan dan sudah menonjol ke dalam lumen arteri. Fibrous plaque berisi sejumlah besar sel-sel otot polos dan makrofag yang berisi cholesterol dan ester cholesterol, di samping jaringan kolagen dan jaringan fibrotik, proteoglikan, dan timbunan lipid dalam sel-sel jaringan ikat. Fibrous plaque biasanya mempunyai fibrous cap yang terdiri dari otot-otot polos dan sel-sel kotagen. Di bagian bawah fibrous plaque terdapat daerah nekrosis dengan debris dan timbunan ester cholesterol.
c) Complicated lesion
Lesi ini merupakan bentuk lanjut dari ateroma, yang disertai kalsifikasi, nekrosis, trombosis, dan ulserasi. Dengan membesarnya ateroma, dinding arteri menjadi lemah, sehingga menyebabkan okiusi arteri.
2.3     Epidemiologi Ateroskelerosi


a.          Besar Kejadian Penyakit

Dari tabel (sumber : Global Status Report on Noncommunicable Disease 2010) diatas dapat disimpulkan bahwa atheroskelerosis di amerika sebesar 48% dimana dengan 58% populasi yang berpenghasilan tinggi.
b.         Kejadian penyakit berdasarkan umur, sex, dan ras
c.          Kejadian dilihat dari Negara lain
d.         Metode studi yang sebaiknya digunakan
        Metode yang sebaiknya digunkan adalah case control karena lebih meneliti pada faktor penyebab suatu penyakit. Dengan metode case control juga memiliki beberapa kelebihan yaitu lebih murah, sampel lebih sedikit dan tidak butuh waktu lama.
e.          Morbidity dan Mortality
(Sumber : American Heart Association / Circulation November 24, 2009 vol. 120 no. 21 2053-2061)
Sumber : NationMaster 2012
2.4     Faktor Resiko Atherosklerosis
Terdapat 2 faktor resiko atheroskelerosis yaitu :
1.         Yang tidak dapat diintervensi :
h   Usia
Aterosklerosis merupakan penyakit yang mengikuti pertambahan umur dan seluruhfaktor-faktor yang menyertainya, umur mempunyai hubungan yang kuat. Fattty streak muncul di aorta pada akhir faktor awal umur seseorang dan terdapat progresi pengerasan dari ateroskelerosis pada sebagain besar arteri dengan bertambahnya umur.
h   Jenis Kelamin
Penyakit ateroskelerosis secara umum sedikit terjadi pada perempuan, namun perbedaan tersebut menjadi sedikit menonjol pada faktor akhir terutama masa menopause. Hal ini mungkin karena faktor hormone estrogen yang berfungsi sebagai pelindung.
h   Genetik
Risiko aterosklerosis meningkat jika ayah atau saudara laki-laki didiagnosis dengan penyakit jantung sebelum usia 55 tahun, atau jika ibu atau saudara perempuan didiagnosis dengan penyakit jantung sebelum usia 65 tahun tetapi meskipun usia dan riwayat keluarga penyakit jantung dini faktor risiko, itu tidak berarti bahwa Anda akan mengembangkan atherosclerosis jika Anda memiliki satu atau keduanya. Membuat perubahan gaya hidup dan / atau mengambil obat-obatan untuk mengobati faktor risiko lainnya seringkali dapat mengurangi pengaruh genetik dan mencegah aterosklerosis dari berkembang, bahkan pada orang dewasa yang lebih tua.

h   Ras
2.         Yang dapat diintervensi :
1.         Mayor
'   Peningkatan lipid
Aterosklerosis adalah mengerasnya timbunan lemak pada dinding arteri, secara etimologis berasal dari bahasa Yunani ather yang berarti ‘bubur’. Pengertian ‘bubur’ disni adalah rupa timbunan lemak lembek yang menyerupai seperti seperti bubur. Serta kata Yunani lainnya yakni scleros yang bermakna ‘keras’.
Jadi secara harfiah, zat yang semula lembut nan lembek tersebut tertimbun dan terakumulasi jumlahnya dalam suatu area sehingga terjadi proses pengerasan hingga menyumbat aliran darah dalam pembuluh darah. Timbunan lemak yang terjadi tersebut disebabkan oleh kolesterol LDL yang sifatnya sangat mudah sekali melekat dalam pembuluh darah.
Pembuluh darah yang menjadi sebuah sarana koridor transportasi proses mengalirnya substansi metabolisme tubuh akan berakibat sangat fatal jika tersumbat. Dari rusaknya dinding arteri, sehingga mengganggu kelancaran aliran darah ke otot jantung dan organ tubuh yang bisa mengakibatkan serangan jantung.

'   Hipertensi
tekanan darah dianggap tinggi jika tetap pada atau di atas 140/90 mmHg selama periode waktu. Misalnya saja, terdapat hubungan erat antara penderita hipertensi usia 55 tahun yang 16,8 kali rentan terhadap ateroskelerosis dibanding penderita dengan hipertensi usia tahun.
'   Merokok
ini bisa merusak dan mengencangkan pembuluh darah, meningkatkan kadar kolesterol, dan meningkatkan tekanan darah – merokok juga tidak memungkinkan oksigen yang cukup untuk mencapai jaringan-jaringan tubuh.
'   Kadar kolestrol darah yang tidak sehat
ini termasuk LDL kolesterol tinggi (kadang-kadang disebut kolesterol jahat) dan rendah kolesterol HDL (kadang-kadang disebut kolesterol baik). Kondisi ini dikenal sebagai faktor risiko dan kemungkinan seseorang mengembangkan meningkatkan aterosklerosis dengan sejumlah faktor risiko yang mereka miliki – faktor risiko yang dapat dikendalikan dan aterosklerosis dapat dicegah atau ditunda – ini termasuk Kolesterol tinggi dan low-density lipoprotein (LDL) dalam darah, tingkat rendah high density lipoprotein (HDL) .
'   Obesitas
'   Kegemukan adalah memiliki berat badan ekstra dari otot, tulang, lemak, dan / atau air - obesitas adalah memiliki jumlah tinggi lemak tubuh ekstra.
2.         Minor
'   Gaya hidup yang kurang bergerak
kurangnya aktivitas dapat memperburuk faktor risiko lain untuk aterosklerosis.
'   Stress
penelitian menunjukkan bahwa “memicu” yang paling sering dilaporkan untuk serangan jantung adalah peristiwa menjengkelkan emosional-khususnya yang melibatkan kemarahan.
'   Alkohol
minum berat dapat merusak otot jantung dan memperburuk faktor risiko lain untuk aterosklerosis – laki-laki seharusnya tidak memiliki lebih dari dua minuman yang mengandung alkohol per hari, sementara wanita seharusnya tidak memiliki lebih dari satu minuman yang mengandung alkohol sehari.
2.4     Pencegahan Ateroskelerosis
Untuk membantu mencegah ateroskelerosis yang harus dihilangkan adalah faktor – faktor resikonya. Jadi tergantung kepada faktor risiko yang dimilikinya, seseorang hendaknya :
o    Menurunkan kadar kolestrol darah
o    Menurunkan tekanan darah
o    Berhenti merokok
o    Menurunkan berat badan
o    Berolahraga teratur
Adapun tahapan pencegahan yang dapat dilakukan adalah :
1.         Health Promotion
Pada tahap pencegahan ini dilakukan pada saat masih sehat. Tidak hanya untuk mengantisipasi penyakit ateroskelerosis saja tetapi juga penyakit-penyakit yang lain karena upaya ini bertujuan agar kondisi kesehatan tetap terjaga. Promosi kesehatan yang dilakukan adalah member penyuluhan tentang pengetahuan kesehatan olahraga secara teratur, menyeimbangkan pasokan gizi dalam tubuh, melakukan pemeriksaan berkala dan pengetahuan secara gratis tentang riwayat penyakit.
2.         Spesific Protection
Tahap pencegahan ini lebih dikhususkan kepada yang telah bersiko tinggi terhadap penyakit. Seperti aterosklerosis adalah salah satu penyakit jantung sehingga bagi yang berisiko tinggi terhadap penyakit jantung diharapkan  untuk bisa menghindari hal-hal yang bisa meninggalkan kebiasaan-kebiasaan seperti merokok , menjaga kolestrol, tekanan  darah dan diabetes di bawah kontrol dengan sering berkonsultasi dengan dokter.
3.         Early Diagnosis dan Prompt Treatment
Pengobatan bisa dilakukan dengan memberikan obat-obatan untuk menurunkan kadar lemak dan kolestrol dalam darah ( misalnya, colestyramine, kolestipol, asam nikotinat, gemfibrozil). Aspirin, ticlopidine dan clopidogrel atau anti-koagulan bisa diberikan untuk mengurangi resiko terbentuknya bekuan darah.
4.         Disability Limitation
Jika terdapat gejala yang akut, sumbatan akut yang mengancam kemampuan otot dan jaringan kulit untuk berkontraksi atau salah satu organ sudah tidak dapat berfungsi  sempurna, mungkin dapa dilakukan pengobatan selanjutnya.
5.         Rehabilitation
Mencegah komplikasi penyakit aterosklerosis muncul kembali.

2.5     Diagnosa Ateroskelerosis
Pemeriksaan yang bisa dilakukan untuk mendiagnosis aterosklerosis:
á   ABI (ankle-brachial index), dilakukan pengukuran tekanan darah di pergelangan kaki dan lengan
á   Pemeriksaan Doppler di daerah yang terkena
á   Skening ultrasonik Duplex
á   CT scan di daerah yang terkena
á   Arteriografi resonansi magnetik
Arteriografi di daerah yang terkena
á   IVUS (intravascular ultrasound).








BAB III
KESIMPULAN

Ø   Aterosklerosis adalah kondisi di mana terjadi penyempitan dan pengerasan di dalam pembuluh darah arteri akibat pengendapan kolesterol dan zat-zat lemak lainnya. Penyakit ini juga dikenal dengan istilah pengapuran pembuluh darah.
Ø   Faktor resiko atroskelerosis dibedakam menjadi dua yaitu :
1.       Tidak dapat diintervensi :
ü  Usia
ü  Jenis Kelamin
ü  Genetika
ü  Ras
2.       Dapat diintervensi :
ü  Hiperlipidemia
ü  Hipertensi
ü  Obesitas
ü  Merokok
ü  Diabetes
Ø  Untuk membantu mencegah aterosklerosis yang harus dihilangkan adalah faktor-faktor resikonya. Jadi tergantung kepada faktor resiko yang dimilikinya, seseorang hendaknya:
ü  Menurunkan kadar kolesterol darah
ü  Menurunkan tekanan darah
ü  Berhenti merokok
ü  Menurunkan berat badan
ü  Berolah raga secara teratur.



                                    


DAFTAR PUSTAKA

o   Abdulrahman, Zain. 2011. Aterosklerosis. Diakses 14 Juni 2011 dalam http://zainabdurahman.blogspot.com/2011/06/aterosklerosis.html
o   American Heart Association. 2009. Moratality and vascular morbidity in older adults with asymptomatic versus sumptomatic peripheral artery disease. Diakses 24 November 2009 dalam http://circ.ahajournals.org/content/120/21/2053/F5.expansion.html
o   CDC. 2012. Prevalence of cholesterol screening and high blood cholesterol anmong adults-United States, 2005,2007 and 2009. Diakses September, 7 2012 dalam http://www.cdc.gov/mmwr/preview/mmwrhtml/mm6135a2.htm
o   Deherba. 2012. Apakah aterosklerosis itu?. Diakses 23 Oktober 2012 dalam http://www.deherba.com/apakah-aterosklerosis-itu.html
o   Irawan, Tarlis. 2012. Aterosklerosis. Diakses 18 April 2012 dalam http://ilper.wordpress.com/2012/04/18/aterosklerosis/
o   News Medical. 2012. Risiko Faktor Aterosklerosis. Diakses 31 Oktober 2012 dalam http://www.news-medical.net/health/Risk-Factors-for-Atherosclerosis-%28Indonesian%29.aspx
o   Saputra, Ahmad Noor. 2012. Makalah Aterosklerosis. Diakses 25 Juni 2012 dalam http://ahmadnoorsaputra.wordpress.com/2012/06/25/makalah-aterosklerosis/
o   WHO. 2010. Global Status Report on noncommunicsease. Printed in Italy.