BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang Masalah
Aterosklerosis adalah suatu penyakit yang
menyerang pembuluh darah besar maupun kecil dan ditandai oleh kelainan fungsi
endotelial, radang vaskuler dan pembentukan lipid, kolesterol, zat kapur, bekas
luka vaskuler di dalam dinding pembuluh intima dengan kode ICD I 70. Aterosklerosis
berasal dari kata athero dalam bahasa Yunani (athera) suatu bentuk
gabung yang menunjukan degenerasi lemak atau hubungan dengan atheroma yang bisa juga berdampak pda fungsi
otak untuk mengontrol aktivitas tubuh . Sedangkan skelosis dalam
bahasa Yunani adalah indurasi dan pengerasan, Seperti pengerasan sebagian
peradangan, pembentukan jaringan ikat atau meningkat atau penyakit zat
inersisial.
Aterosklerosis bermula ketika sel darah putih yang
disebut monosit, pindah dari aliaran darah ke dalam dinding arteri dan diubah
menjadi sel-sel yang mengumpulkan bahan lemak. Pada saatnya monosit yang terisi
lemak ini akan terkumpul, menyebabkan bercak penebalan di lapisan dalam ateri.
Unsur lemak yang berperan disini adalah LDL (low density lipoprotein), LDL
sering di sebut kolestrol jahat, tinggi LDL akan berpotensi menumpuk
disepanjang dinding nadi korener. Arteri yang terkena arterosklerosis akan
kehilangan kelenturannya dan karena ateroma terus tumbuh, maka arteri akan
menyempit. Lama-lama ateroma mengumpulkan endapan kalsium, sehingga bisa rapuh
dan pecah. Darah bisa masuk ke dalam ateroma yang pecah, sehingga ateroma
menjadi lebih besar dan mempersempit arteri. Ateroma yang pecah juga bisa menumpahkan
kandungan lemaknya dan memicu terjadinya pembekuan darah ( thrombus ).
Selanjutnya bekuan ini akan mempersempit bahkan menyumbat arteri, atau bekuan
akan terlepas dan mengalir bersama aliran darah dan menyebabkan sumbatan di
daerah lain ( emboli ). Akibat dari penyempitan arteri jantung kesulitan
memompa darah dan timbul rasa nyeri di dada, suka pusing-pusing dan berlanjut
ke gejala serangan jantung mendadak. Bila penyumbatan terjadi di otak maka yang
di derita stroke dan bisa juga menyebabkan kelumpuhan.
Primary event dari patogenesis aterosklerosis adalah
adanya injury pada endotel arteri yang mengakibatkan disfungsi endotel.
Disfungsi di sini berarti endotel masih utuh tetapi fungsinya sudah rusak.
Injury pada endotel sebagai primary event dibuktikan oleh : Aterosklerosis
sering terjadi pada daerah percabangan arteri. Dimana daerah ini merupakan
daerah yang mudah terserang arteriosclerosis, dan adanya faktor resiko yang
dapat menyebabkan aterosklerosis yang terdiri dari: usia, jenis kelamin, golongan
darah, diabetetes militus, perokok, hipertensi, hiperlipidemia, obesitas. Adanya
disfungsi endotel menyebabkan : Endotel kehilangan fugsinya seperti fungsi
barier hilang sehingga sel darah dan plasma masuk ke ruangan subendotelial
kemudian endotel kehilangan antitrombotik sehingga mengeluarkan factor
proakoagulan dan setelah itu mengeluarkan factor kemotatik yang akan menarik
sel-sel lain yang terlibat dalam proses aterogenesis, seperti monosit dan sel
otot polos. Dalam patogenesis ada empat sel yang mempengaruhi terbentuknya
aterosklerosis yaitu: sel endotel, sel otot polos, platelet dan makrofag. Dalam
patogenesis ada empat sel yang mempengaruhi terbentuknya aterosklerosis yaitu:
sel endotel, sel otot polos, platelet dan makrofag.
1.2 Rumusan Masalah
1.
Apa
definisi Aterosklerosis?
2.
Bagaimana
Aterosklerosis dilihat dari segi etiologi dan patofisiologi dan kode ICD?
3.
Bagaimana
faktor risiko aterosklerosis mempengaruhi aterosklerosis itu sendiri?
4.
Bagaimana
upaya pencegahan aterosklerosis?
1.3 Tujuan
1.
Mengetahui
definisi Aterosklerosis?
2.
Mengetahui
aterosklerosis dilihat dari segi etiologi dan patofisiologi dan kode ICD?
3.
Mengetahui
faktor risiko aterosklerosis mempengaruhi aterosklerosis itu sendiri?
4.
Mengidentifikasi upaya pencegahan aterosklerosis?
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Definisi
Ateroskelerosis
Awalnya, kolesterol yang dibawa oleh darah menumpuk. Semakin lama,
tumpukan kolesterol itu akan mengeras dan mempersempit saluran pembuluh darah.
Akibatnya, terjadi gangguan peredaran darah dan oksigen dalam tubuh. Celakanya
lagi, plak kolesterol yang terbentuk di dalam pembuluh darah bersifat rapuh dan
mudah pecah. Bila terjadi pecahan, dapat menimbulkan luka pada dinding pembuluh
darah. Luka yang terjadi dapat menyebabkan pembentukan bekuan darah pada
pembuluh darah yang semakin menyumbat rongga pembuluh darah. Bekuan darah dapat
berujung pada stroke dan serangan jantung.
Sebelum terjadinya penyempitan arteri atau penyumbatan mendadak,
aterosklerosis biasanya tidak menimbulkan gejala. Gejalanya bergantung pada
lokasi terbentuknya, sehingga bisa berupa gejala jantung, otak, tungkai atau
tempat lainnya. Jika aterosklerosis menyebabkan penyempitan arteri yang sangat
berat, maka bagian tubuh yang seharusnya dialiri oleh darah tidak akan
mendapatkan darah dalam jumlah yang memadai, yang mengangkut oksigen ke
jaringan. Kolesterol yang tinggi dan menumpuk pada pembuluh darah akan
menyebabkan saluran pembuluh darah menjadi kaku, tidak elastis, dan menyempit.
2.2 Proses
terjadinya aterosklerosis
Proses
aterosklerosis diawali pada masa kanak-kanak dan manifes secara klinis pada
usia menengah dan lanjut. Proses ini terutama mengenai arteri-arteri berukuran
sedang. Dalam fase pertumbuhannya, lesi-lesi aterosklerosis dibagi menjadi:
a) Fatty streak
Lesi ini mulai tumbuh pada masa kanak-kanak,
makroskopik berbentuk bercak berwarna kekuningan, yang terdiri dari sel-sel
yang disebut foam cells. Sel-sel ini ialah sel-sel otot polos dan makrofag yang
mengandung lipid, terutama dalam bentuk ester cholesterol.
b) Fibrous plaque
Lesi ini berwarna keputihan dan
sudah menonjol ke dalam lumen arteri. Fibrous plaque berisi sejumlah besar
sel-sel otot polos dan makrofag yang berisi cholesterol dan ester cholesterol,
di samping jaringan kolagen dan jaringan fibrotik, proteoglikan, dan timbunan
lipid dalam sel-sel jaringan ikat. Fibrous plaque biasanya mempunyai fibrous
cap yang terdiri dari otot-otot polos dan sel-sel kotagen. Di bagian bawah
fibrous plaque terdapat daerah nekrosis dengan debris dan timbunan ester
cholesterol.
c) Complicated lesion
Lesi ini merupakan bentuk lanjut
dari ateroma, yang disertai kalsifikasi, nekrosis, trombosis, dan ulserasi.
Dengan membesarnya ateroma, dinding arteri menjadi lemah, sehingga menyebabkan
okiusi arteri.
2.3 Epidemiologi
Ateroskelerosi
a.
Besar Kejadian Penyakit
|
|
Dari tabel (sumber
: Global Status Report on Noncommunicable Disease 2010) diatas dapat
disimpulkan bahwa atheroskelerosis di amerika sebesar 48% dimana dengan 58%
populasi yang berpenghasilan tinggi.
b.
Kejadian penyakit berdasarkan umur, sex, dan ras
c.
Kejadian dilihat dari Negara lain
d.
Metode studi yang sebaiknya digunakan
Metode yang sebaiknya digunkan adalah
case control karena lebih meneliti pada faktor penyebab suatu penyakit. Dengan
metode case control juga memiliki beberapa kelebihan yaitu lebih murah, sampel
lebih sedikit dan tidak butuh waktu lama.
e.
Morbidity dan Mortality
(Sumber :
American Heart Association / Circulation
November 24, 2009 vol. 120 no. 21 2053-2061)
Sumber :
NationMaster 2012
2.4 Faktor
Resiko Atherosklerosis
Terdapat 2 faktor
resiko atheroskelerosis yaitu :
1.
Yang tidak dapat diintervensi :
h Usia
Aterosklerosis merupakan penyakit yang mengikuti pertambahan umur dan
seluruhfaktor-faktor yang menyertainya,
umur mempunyai hubungan yang kuat. Fattty streak muncul di aorta pada akhir
faktor awal umur seseorang dan terdapat progresi pengerasan dari
ateroskelerosis pada sebagain besar arteri dengan bertambahnya umur.
h Jenis
Kelamin
Penyakit
ateroskelerosis secara umum sedikit terjadi pada perempuan, namun perbedaan
tersebut menjadi sedikit menonjol pada faktor akhir terutama masa menopause.
Hal ini mungkin karena faktor hormone estrogen yang berfungsi sebagai
pelindung.
h Genetik
Risiko aterosklerosis
meningkat jika ayah atau saudara laki-laki didiagnosis dengan penyakit jantung
sebelum usia 55 tahun, atau jika ibu atau saudara perempuan didiagnosis dengan
penyakit jantung sebelum usia 65 tahun tetapi meskipun usia dan riwayat
keluarga penyakit jantung dini faktor risiko, itu tidak berarti bahwa Anda akan
mengembangkan atherosclerosis jika Anda memiliki satu atau keduanya. Membuat
perubahan gaya hidup dan / atau mengambil obat-obatan untuk mengobati faktor
risiko lainnya seringkali dapat mengurangi pengaruh genetik dan mencegah
aterosklerosis dari berkembang, bahkan pada orang dewasa yang lebih tua.
h Ras
2.
Yang dapat diintervensi :
1.
Mayor
' Peningkatan
lipid
Aterosklerosis adalah mengerasnya timbunan lemak pada
dinding arteri, secara etimologis berasal dari bahasa Yunani ather yang
berarti ‘bubur’. Pengertian ‘bubur’ disni adalah rupa timbunan lemak lembek
yang menyerupai seperti seperti bubur. Serta kata Yunani lainnya yakni scleros
yang bermakna ‘keras’.
Jadi secara harfiah, zat yang semula lembut nan lembek
tersebut tertimbun dan terakumulasi jumlahnya dalam suatu area sehingga terjadi
proses pengerasan hingga menyumbat aliran darah dalam pembuluh darah. Timbunan
lemak yang terjadi tersebut disebabkan oleh kolesterol LDL yang sifatnya sangat
mudah sekali melekat dalam pembuluh darah.
Pembuluh darah yang menjadi sebuah sarana koridor
transportasi proses mengalirnya substansi metabolisme tubuh akan berakibat
sangat fatal jika tersumbat. Dari rusaknya dinding arteri, sehingga mengganggu
kelancaran aliran darah ke otot jantung dan organ tubuh yang bisa mengakibatkan
serangan jantung.
' Hipertensi
tekanan darah dianggap
tinggi jika tetap pada atau di atas 140/90 mmHg selama periode waktu. Misalnya
saja, terdapat hubungan erat antara penderita hipertensi usia
55 tahun yang 16,8 kali rentan terhadap
ateroskelerosis dibanding penderita dengan hipertensi usia
tahun.
' Merokok
ini bisa merusak dan mengencangkan
pembuluh darah, meningkatkan kadar kolesterol, dan meningkatkan tekanan darah –
merokok juga tidak memungkinkan oksigen yang cukup untuk mencapai
jaringan-jaringan tubuh.
' Kadar
kolestrol darah yang tidak sehat
ini termasuk LDL
kolesterol tinggi (kadang-kadang disebut kolesterol jahat) dan rendah
kolesterol HDL (kadang-kadang disebut kolesterol baik). Kondisi ini dikenal
sebagai faktor risiko dan kemungkinan seseorang mengembangkan meningkatkan
aterosklerosis dengan sejumlah faktor risiko yang mereka miliki – faktor risiko
yang dapat dikendalikan dan aterosklerosis dapat dicegah atau ditunda – ini
termasuk Kolesterol tinggi dan low-density lipoprotein (LDL) dalam darah,
tingkat rendah high density lipoprotein (HDL) .
' Obesitas
' Kegemukan
adalah memiliki berat badan ekstra dari otot, tulang, lemak, dan / atau air -
obesitas adalah memiliki jumlah tinggi lemak tubuh ekstra.
2.
Minor
' Gaya
hidup yang kurang bergerak
kurangnya aktivitas
dapat memperburuk faktor risiko lain untuk aterosklerosis.
' Stress
penelitian menunjukkan
bahwa “memicu” yang paling sering dilaporkan untuk serangan jantung adalah
peristiwa menjengkelkan emosional-khususnya yang melibatkan kemarahan.
' Alkohol
minum berat dapat
merusak otot jantung dan memperburuk faktor risiko lain untuk aterosklerosis –
laki-laki seharusnya tidak memiliki lebih dari dua minuman yang mengandung
alkohol per hari, sementara wanita seharusnya tidak memiliki lebih dari satu
minuman yang mengandung alkohol sehari.
2.4 Pencegahan
Ateroskelerosis
Untuk membantu mencegah
ateroskelerosis yang harus dihilangkan adalah faktor – faktor resikonya. Jadi
tergantung kepada faktor risiko yang dimilikinya, seseorang hendaknya :
o
Menurunkan kadar kolestrol darah
o
Menurunkan tekanan darah
o
Berhenti merokok
o
Menurunkan berat badan
o
Berolahraga teratur
Adapun
tahapan pencegahan yang dapat dilakukan adalah :
1.
Health Promotion
Pada tahap pencegahan
ini dilakukan pada saat masih sehat. Tidak hanya untuk mengantisipasi penyakit
ateroskelerosis saja tetapi juga penyakit-penyakit yang lain karena upaya ini
bertujuan agar kondisi kesehatan tetap terjaga. Promosi kesehatan yang
dilakukan adalah member penyuluhan tentang pengetahuan kesehatan olahraga
secara teratur, menyeimbangkan pasokan gizi dalam tubuh, melakukan pemeriksaan
berkala dan pengetahuan secara gratis tentang riwayat penyakit.
2.
Spesific Protection
Tahap pencegahan ini
lebih dikhususkan kepada yang telah bersiko tinggi terhadap penyakit. Seperti
aterosklerosis adalah salah satu penyakit jantung sehingga bagi yang berisiko
tinggi terhadap penyakit jantung diharapkan
untuk bisa menghindari hal-hal yang bisa meninggalkan
kebiasaan-kebiasaan seperti merokok , menjaga kolestrol, tekanan darah dan diabetes di bawah kontrol dengan
sering berkonsultasi dengan dokter.
3.
Early Diagnosis dan Prompt Treatment
Pengobatan bisa
dilakukan dengan memberikan obat-obatan untuk menurunkan kadar lemak dan
kolestrol dalam darah ( misalnya, colestyramine, kolestipol, asam nikotinat,
gemfibrozil). Aspirin, ticlopidine dan clopidogrel atau anti-koagulan bisa
diberikan untuk mengurangi resiko terbentuknya bekuan darah.
4.
Disability Limitation
Jika terdapat gejala
yang akut, sumbatan akut yang mengancam kemampuan otot dan jaringan kulit untuk
berkontraksi atau salah satu organ sudah tidak dapat berfungsi sempurna, mungkin dapa dilakukan pengobatan
selanjutnya.
5.
Rehabilitation
Mencegah komplikasi
penyakit aterosklerosis muncul kembali.
2.5 Diagnosa
Ateroskelerosis
Pemeriksaan yang bisa dilakukan untuk
mendiagnosis aterosklerosis:
á ABI (ankle-brachial
index), dilakukan pengukuran tekanan darah di pergelangan kaki dan lengan
á Pemeriksaan Doppler
di daerah yang terkena
á Skening ultrasonik
Duplex
á CT scan di daerah yang
terkena
á Arteriografi
resonansi magnetik
Arteriografi di daerah yang terkena
á IVUS (intravascular
ultrasound).
BAB III
KESIMPULAN
KESIMPULAN
Ø Aterosklerosis
adalah kondisi di mana terjadi penyempitan dan pengerasan di dalam pembuluh
darah arteri akibat pengendapan kolesterol dan zat-zat lemak lainnya. Penyakit
ini juga dikenal dengan istilah pengapuran pembuluh darah.
Ø Faktor
resiko atroskelerosis dibedakam menjadi dua yaitu :
1. Tidak
dapat diintervensi :
ü Usia
ü Jenis
Kelamin
ü Genetika
ü Ras
2. Dapat
diintervensi :
ü Hiperlipidemia
ü Hipertensi
ü Obesitas
ü Merokok
ü Diabetes
Ø Untuk membantu mencegah
aterosklerosis yang harus dihilangkan adalah faktor-faktor resikonya. Jadi
tergantung kepada faktor resiko yang dimilikinya, seseorang hendaknya:
ü Menurunkan kadar kolesterol darah
ü Menurunkan tekanan darah
ü Berhenti merokok
ü Menurunkan berat badan
ü Berolah raga secara teratur.
DAFTAR
PUSTAKA
o
Abdulrahman, Zain. 2011. Aterosklerosis.
Diakses 14 Juni 2011 dalam http://zainabdurahman.blogspot.com/2011/06/aterosklerosis.html
o
American Heart Association. 2009.
Moratality and vascular morbidity in older adults with asymptomatic versus
sumptomatic peripheral artery disease. Diakses 24 November 2009 dalam http://circ.ahajournals.org/content/120/21/2053/F5.expansion.html
o
CDC. 2012. Prevalence of cholesterol
screening and high blood cholesterol anmong adults-United States, 2005,2007 and
2009. Diakses September, 7 2012 dalam http://www.cdc.gov/mmwr/preview/mmwrhtml/mm6135a2.htm
o
Deherba. 2012. Apakah aterosklerosis
itu?. Diakses 23 Oktober 2012 dalam http://www.deherba.com/apakah-aterosklerosis-itu.html
o
Irawan, Tarlis. 2012. Aterosklerosis.
Diakses 18 April 2012 dalam http://ilper.wordpress.com/2012/04/18/aterosklerosis/
o
News Medical. 2012. Risiko Faktor
Aterosklerosis. Diakses 31 Oktober 2012 dalam http://www.news-medical.net/health/Risk-Factors-for-Atherosclerosis-%28Indonesian%29.aspx
o
Saputra, Ahmad Noor. 2012. Makalah
Aterosklerosis. Diakses 25 Juni 2012 dalam http://ahmadnoorsaputra.wordpress.com/2012/06/25/makalah-aterosklerosis/
o
WHO. 2010. Global Status Report on
noncommunicsease. Printed in Italy.