Selasa, 05 Juni 2012

Pengembangan Manajer

BAB I
PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang Masalah
  Seorang manajer adalah seorang yang bisa memimpin para bawahannya untuk mencapai tujuan bersama. Untuk menjadi seorang manajer tidaklah mudah. Seorang manajer harus memiliki standar dan kriteria tertentu
I.2 Tujuan
Tujuan dalam penulisan makalah ini adalah untuk menambah pengetahuan mengenai bagaiman manajer dan pengembangannya serta diharapkan bermanfaat bagi kita semua.
I.3 Metode penulisan
Penulis mempergunakan metode observasi dan kepustakaan. Cara-cara yang digunakan pada penelitian ini adalah studi Pustaka. Dalam metode ini penulis membaca buku-buku yang berkaitan denga penulisan makalah ini dan mencari sumber di media internet.
BAB II
PEMBAHASAN

II. 1 Pengertian Manajer
Yang dimaksud dengan manager adalah orang atau seseorang yang harus mampu membuat orang-orang dalam organisasi yang berbagai karakteristik, latar belakang budaya, akan tetapi memiliki ciri yang sesuai dengan tujuan (goals) dan teknologi (technology).
Selain itu, manajer adalah seseorang yang diberi wewenang dan tanggung jawab untuk mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan oleh organisasi dimana ia merupakan bagian daripadanya dan ia mencapai tujuan-tujuan tersebut melalui usaha-usaha yang dilakukan oleh orang-orang lain.
RUmusan tersebut menyiratkan bahawa seorang manajer bisa berstatus orang bayaran dan bukan pemilik walaupun seorang pemilik bisa juga merangkap sebagai manajer di perusahaannya sendiri. Dalam kenyataan sehari-hari, orang tersebut mungkin mempunyai jabatan Kepala Sekolah, Lurah, Bupati dan lain-lain. Sedangkan di perusahaan ia mungkin disebut Direktur Utama, Manajer, Kepala Bagian atau Supervisor.
Dalam hal ini memang perlu dicatat adanya salah kaprah yang terjadi dalam organisasi bisnis terutama swasta nasional dan asing. Dalam organisasi ini istilah manajer digunakn sebagai pangkat atau posisi sehingga beberapa kali dalam pelatihan manajemen peserta yang kebetulan baru berpangkat supervisor mengatakan bahwa karena mereka juga sebenarnya termasuk manajer maka mereka harus mendapat fasilitas yang sama dengan atasan-atasan mereka yang disebut manajer! Sepanjang pengetahuan penulis, perusahaan milik pemerintah jarang menggunakan istilah manajer sebagai pangkat. Mereka biasanya menggunakan istilah KEPALA sehingga ada Kepala Divisi, Departemen, Seksi, dan lain-lain. Dengan demikian salah kaprah tersebut tidak terjadi !
II. 2 Tugas Manajer
Tugas-tugas penting manajer :
1.      Manajer bekerja dengan dan melalui orang lain.
Istilah “orang” mencakup tidak hanya para bawahan dan atasan, tetapi juga manajer-manajer lainnya dalam organisasi. Disamping itu, “orang” juga termasuk individu-individu dari luar organisasi, langganan, penyedia (supplier), konsumen atau langganan, pengurus serikat karyawan, pejabat dan karyawan kantor-kantor pemerintah dan sebagainya.

2. Manajer memadukan dan menyeimbangkan tujuan-tujuan yang saling bertentangan dan menetapkan prioritas-prioritas.
 Setiap manajer akan menghadapi sejumlah tujuan, masalah dan kebutuhan organisasional yang semuanya ini bersaing untuk memperebutkan sumberdaya-sumberdaya organisasi (manusia, material atau bahkan waktu manajer). Karena berbagai sumberdaya tersebut selalu terbatas, manajer harus menjaga keseimbangan di antara berbagai tujuan dan kebutuhan organisasional.

3. Manajer bertanggung jawab dan mempertanggungjawabkan.
Para manajer ditugaskan untuk mengelola pekerjaan-pekerjaan tertentu secara sukses. Mereka biasanya dievaluasi atas dasar seberapa baik mereka mengatur tugas-tugas yang harus diselesaikan. Lebih lanjut, manajer juga bertanggung jawab atas kegiatan-kegiatan para bawahannya. Sukses atau kegagalan bawahan adalah cerminan langsung sukses atau kegagalan manajer.

4. Manajer harus berpikir secara analisis dan konseptual.
Untuk menjadi pemikir yang analisis, manajer harus mampu merinci dan memisah-misahkan suatu masalah menjadi komponen-komponen masalah, menganalisa komponen-komponen tersebut, dan kemudian mencari penyelesaian yang layak (feasible) dengan akurat. Dan yang lebih penting bagi manajer adalah menjadi pemikir konseptual, yang mampu memandang keseluruhan tugas dan mengkaitkan suatu tugas dengan tugas-tugas lain.

5. Manajer adalah seorang mediator.
Organisasi terdiri dari orang-orang, dan kadang-kadang mereka saling tidak bersetuju atau saling bertentangan. Bila hal itu terjadi dalam suatu unit kerja atau organisasi, maka bisa menurukan semangat kerja dan produktivitas, atau bisa merusak suasana kerja, atau bahkan para karyawan yang cakap bisa meninggalkan organisasi. Kejadian-kejadian seperti ini menuntut peranan manajer sebagai mediator (penengah).

6. Manajer adalah seorang politisi.
 Seperti apa yang dilakukan politisi dalam mengkampanyekan program-programnya, manajer harus mengembangkan hubungan-hubungan baikm untuk mendapatkan dukungan atas kegiatan-ekgiatan usulan-usulan atau keputusannya. Setiap manajer yang efektif “memainkan politik” dengan mengembangkan jaringan kerjasama timbale balik dengan para manajer lain dalam organisasi.

7. Manajer adalah seorang diplomat
 Manajer mungkin harus berperan sebagai wakil (representative) resmi kelompok kerjanya pada pertemuan-pertemuan organisasional. Manajer juga mungkin mewakili organisasi dalam berurusan dengan kontraktor, langganan, pejabat pemerintah atau personalia organisasi lain.


8. Manajer mengambil keputusan-keputusan sulit
Organisasi selalu menghadapi banyak masalah (misalnya, kesulitan financial, masalah personalia, dan sebagainya). Manajer adalah seorang yang diharapkan dapat menemukan pemecahan berbagai masalah sulit dan mengambil keputusan yang akurat.

II.3 Sikap dan Sifat Manajer
Sikap dan sifat yang harus dimiliki seorang manajer antara lain :

1.      Mempunyai rasa percaya diri yang besar.
Untuk memupuk rasa percaya diri  pada diri sendiri, seseorang harus :
ü  Menyadari benar-benar kemampuan dan kelemahan yang ia miliki.
ü  Mengetahui dengan jelas dan realitas mengenai apa yang menjadi tujuan hidupnya dalam jangka panjang
ü  Dapat merumuskan dengan jelas sasaran yang akan dicapai dalam waktu relative pendek.
ü  Mempunyai keyakinan diri bahwa ia dapat mencapai tujuannya berdasarkan kemampuan yang dia miliki.
ü  Memiliki kemauan keras.
2.      Berpandangan jauh ke depan
Dalam istilah yang sekarang popular, seorang manajer harus mempunyai visi yaitu mempunyai impian yang masuk akal tentang apa yang harus terjadi dengan organisasinya dan dengan dirinya sendiri. Seorang manajer yang professional, hendaknya tidak hanya memikirkan keadaan sekarang dalam mengambil keputusan tetapi harus dapat memandang jauh ke depan tentang keadaan di masa mendatang.

II.4 Keahlian dan Pengetahuan yang Harus Dimiliki oleh Seoran Manajer Profesional
¥       Kemampuan Teknis
Kemampuan teknis yang dimaksud adalah kemampuan dalam bidang pokok pekerjaannya serta kemampuan menerapkan teknik dan prosedur mengenai bidang kegiatan tertentu. Bisa juga dikatakan bahwa kemampuan teknis adalah kemampuan dasar yang ia pelajari dan harus ia gunakan melaksanakan tugas-tugas pokoknya.
¥       Kemampuan Interaksi atau Hubungan Antar-Manusia
Ini adalah kemampuan untuk bekerja sama dengan orang atau orang-orang lain, memahami pikiran dan perasaan orang lain, serta mampu merangsang dan mendorong orang-orang lain termasuk anak buah, dan rekan sekerja.

¥       Kemampuan Konseptual (Visioning and Stateghing)
Ini adalah kemampuan mental dalam memadukan seluruh kegiatan organisasi agar organisasi dapat mencapai tujuan-tujuannya. Pemaduan seluruh komponen organisasi ini dilakukan dengan cara menetapkan Visi atau tujuan panjang berupa gambaran tentang bentuk organisasi tersebut setelah 15 sampai 20 tahun dari sekarang.

II.5 Pengembangan Mananajer
Program pengembangan manajemen sebagai usaha mengembangkan karyawan kelompok manajemen pada perusahaan besar selalu berpegang kepada konsep Profesor Katz di atas. Program pengembangan manajemen tersebut intinya biasanya berupa Program Management Trainess sebagai usaha kaderisasi yaitu, melatih orang-orang muda yang baru lulu universitas untuk dilatih menjadi kader manajer masa depan. Kelompok trainee selama antara 12 bulan sampai 24 bulan akan mendapatkan pelatihan mendalam tentang aspek teknis mengenai pekerjaannya. Mereka harus mendapatkan pelatihan tersebut dalam masa 5 sampai 10 tahun setelah itu mereka masih akan menggeluti masalah-masalah teknis.
Pertanyaan utama yang ingin kita cari jawabannya adalah Apakah keahlian-keahlian manajemen tersebut benar-benar bisa diajarkan? Banyak orang akan sependapat bila kita katakana bahwa keahlian-keahlian teknis, interaksi (manusia) dan konseptual sangat penting bagi para manajer. Masalahnya sampai sejauh mana keahlian-keahlian ini bisa diajarkan secara efektif? Keahlian teknis adalah hal yang termudah untuk dipelajri oleh para manajer. Banyak pengetahuan dan keahlian spesifik diajarkan di sekolah, atau melalui pendidikan khusus dilakukan oleh perusahaan. Lebih tinggi pendidikan dasar seorang manajer, akan lebih besar kemungkinannya ia memperoleh keahlian teknis dasar yang diperlukannya.
Pengetahuan tentang manusia jauh lebih sulit diajarkan atau dipelajri. Hubungan antarmanusia melibatkan unsur-unsur emosional yang kompleks dan rumit. Sehingga tidak ada satu cara atau pendekatan hubungan antarmanusia tertentu yang bisa dikatakan paling efektif dibandingkan cara yang lain. Demikian pula, biasanya lebih mudah bagi kita unutk mengakui bahwa kita memerlukan pelatihan tambahan dalam bidang teknis tertentu, tetapi sukar sekali bagi kita  untuk mengakui bahwa kita perlu belajar lebih banyak tentang cara berhubungan dengan orang lain. Yang jauh lebih sulit lagi adalah mencoba mengubah cara-cara kita yang sudah menjadi kebiasaan atau kita anggap benar dalam berhubungan dengan orang lain. Keahlian konseptual lebih sukar lagi untuk diajarkan terutama karena itu menyangkut kebiasaan dan sikap mental yang telah berkembang sejak awal kehidupan kita. Manajer yang berkemungkinan dipromosikan ke jabatan manajemen umum dituntut menguasai keahlian ini.

BAB III
PENUTUP


Demikian makalah tentang wawasan Nusantara yang saya buat, semoga dapat bermanfaat bagi kita semua.

KESIMPULAN :

    Seorang manajer adalah seseorang yang diberi wewenang dan tanggung jawab untuk mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan oleh organisasi dimana ia merupakan bagian daripadanya dan ia mencapai tujuan-tujuan tersebut melalui usaha-usaha yang dilakukan oleh orang-orang lain.
Pengembangan manager ini sangat diperlukan untuk mendorong efektivitas manager dan karyawan.Misalnya, dalam penetapan tujuan (kecakapan manajemen) berkaitan dengan kecakapan berbagi visi (kepemimpinan).jika seorang manager bisa berbagi visi yang menggiurkan tentang apa yang dapat dicapai organisasi dan bisa menetapkan tujuan dan menjabarkan tugas-tugas yang bisa menggerakkan semua orang ke arah visi itu, maka semua orang akan berprestasi lebih baik. tidak setiap pemimpin adalah manager yang baik, begitu juga tidak setiap manager adalah pemimpin yang baik. akan tetapi eksekutif terbaik menguasai kedua kecakapan manajemen dan kepemimpinan.