BAB
I
PENDAHULUAN
I.1
Latar Belakang Masalah
Seorang manajer adalah seorang yang bisa memimpin para bawahannya untuk
mencapai tujuan bersama. Untuk menjadi seorang manajer tidaklah mudah. Seorang
manajer harus memiliki standar dan kriteria tertentu
I.2
Tujuan
Tujuan
dalam penulisan makalah ini adalah untuk menambah pengetahuan mengenai bagaiman
manajer dan pengembangannya serta diharapkan bermanfaat bagi kita semua.
I.3
Metode penulisan
Penulis
mempergunakan metode observasi dan kepustakaan. Cara-cara yang digunakan pada
penelitian ini adalah studi Pustaka. Dalam metode ini penulis membaca buku-buku
yang berkaitan denga penulisan makalah ini dan mencari sumber di media
internet.
BAB
II
PEMBAHASAN
II.
1 Pengertian Manajer
Yang
dimaksud dengan manager adalah orang atau seseorang yang harus mampu membuat
orang-orang dalam organisasi yang berbagai karakteristik, latar belakang
budaya, akan tetapi memiliki ciri yang sesuai dengan tujuan (goals)
dan teknologi (technology).
Selain
itu, manajer adalah seseorang yang diberi wewenang dan tanggung jawab untuk
mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan oleh organisasi dimana ia
merupakan bagian daripadanya dan ia mencapai tujuan-tujuan tersebut melalui
usaha-usaha yang dilakukan oleh orang-orang lain.
RUmusan
tersebut menyiratkan bahawa seorang manajer bisa berstatus orang bayaran dan
bukan pemilik walaupun seorang pemilik bisa juga merangkap sebagai manajer di
perusahaannya sendiri. Dalam kenyataan sehari-hari, orang tersebut mungkin
mempunyai jabatan Kepala Sekolah, Lurah, Bupati dan lain-lain. Sedangkan di
perusahaan ia mungkin disebut Direktur Utama, Manajer, Kepala Bagian atau
Supervisor.
Dalam
hal ini memang perlu dicatat adanya salah kaprah yang terjadi dalam organisasi
bisnis terutama swasta nasional dan asing. Dalam organisasi ini istilah manajer
digunakn sebagai pangkat atau posisi sehingga beberapa kali dalam pelatihan
manajemen peserta yang kebetulan baru berpangkat supervisor mengatakan bahwa
karena mereka juga sebenarnya termasuk manajer maka mereka harus mendapat
fasilitas yang sama dengan atasan-atasan mereka yang disebut manajer! Sepanjang
pengetahuan penulis, perusahaan milik pemerintah jarang menggunakan istilah
manajer sebagai pangkat. Mereka biasanya menggunakan istilah KEPALA sehingga ada
Kepala Divisi, Departemen, Seksi, dan lain-lain. Dengan demikian salah kaprah
tersebut tidak terjadi !
II.
2 Tugas Manajer
Tugas-tugas
penting manajer :
1.
Manajer
bekerja dengan dan melalui orang lain.
Istilah “orang” mencakup tidak hanya
para bawahan dan atasan, tetapi juga manajer-manajer lainnya dalam organisasi.
Disamping itu, “orang” juga termasuk individu-individu dari luar organisasi,
langganan, penyedia (supplier), konsumen atau langganan, pengurus serikat
karyawan, pejabat dan karyawan kantor-kantor pemerintah dan sebagainya.
2. Manajer memadukan dan menyeimbangkan tujuan-tujuan yang saling bertentangan dan menetapkan prioritas-prioritas.
Setiap manajer akan menghadapi sejumlah
tujuan, masalah dan kebutuhan organisasional yang semuanya ini bersaing untuk
memperebutkan sumberdaya-sumberdaya organisasi (manusia, material atau bahkan
waktu manajer). Karena berbagai sumberdaya tersebut selalu terbatas, manajer
harus menjaga keseimbangan di antara berbagai tujuan dan kebutuhan
organisasional.
3. Manajer bertanggung jawab dan mempertanggungjawabkan.
Para manajer ditugaskan untuk
mengelola pekerjaan-pekerjaan tertentu secara sukses. Mereka biasanya
dievaluasi atas dasar seberapa baik mereka mengatur tugas-tugas yang harus
diselesaikan. Lebih lanjut, manajer juga bertanggung jawab atas
kegiatan-kegiatan para bawahannya. Sukses atau kegagalan bawahan adalah
cerminan langsung sukses atau kegagalan manajer.
4. Manajer harus berpikir secara analisis dan konseptual.
Untuk menjadi pemikir yang analisis,
manajer harus mampu merinci dan memisah-misahkan suatu masalah menjadi
komponen-komponen masalah, menganalisa komponen-komponen tersebut, dan kemudian
mencari penyelesaian yang layak (feasible) dengan akurat. Dan yang lebih
penting bagi manajer adalah menjadi pemikir konseptual, yang mampu memandang
keseluruhan tugas dan mengkaitkan suatu tugas dengan tugas-tugas lain.
5. Manajer adalah seorang mediator.
Organisasi terdiri dari orang-orang,
dan kadang-kadang mereka saling tidak bersetuju atau saling bertentangan. Bila
hal itu terjadi dalam suatu unit kerja atau organisasi, maka bisa menurukan
semangat kerja dan produktivitas, atau bisa merusak suasana kerja, atau bahkan
para karyawan yang cakap bisa meninggalkan organisasi. Kejadian-kejadian
seperti ini menuntut peranan manajer sebagai mediator (penengah).
6. Manajer adalah seorang politisi.
Seperti apa yang dilakukan politisi dalam
mengkampanyekan program-programnya, manajer harus mengembangkan hubungan-hubungan
baikm untuk mendapatkan dukungan atas kegiatan-ekgiatan usulan-usulan atau
keputusannya. Setiap manajer yang efektif “memainkan politik” dengan
mengembangkan jaringan kerjasama timbale balik dengan para manajer lain dalam
organisasi.
7. Manajer adalah seorang diplomat
Manajer mungkin harus berperan sebagai wakil
(representative) resmi kelompok kerjanya pada pertemuan-pertemuan
organisasional. Manajer juga mungkin mewakili organisasi dalam berurusan dengan
kontraktor, langganan, pejabat pemerintah atau personalia organisasi lain.
8. Manajer mengambil keputusan-keputusan sulit
Organisasi selalu menghadapi banyak masalah (misalnya,
kesulitan financial, masalah personalia, dan sebagainya). Manajer adalah
seorang yang diharapkan dapat menemukan pemecahan berbagai masalah sulit dan
mengambil keputusan yang akurat.
II.3 Sikap dan Sifat Manajer
Sikap dan sifat yang
harus dimiliki seorang manajer antara lain :
1.
Mempunyai rasa percaya diri yang besar.
Untuk memupuk rasa percaya diri pada diri sendiri, seseorang harus :
ü Menyadari benar-benar
kemampuan dan kelemahan yang ia miliki.
ü Mengetahui dengan jelas
dan realitas mengenai apa yang menjadi tujuan hidupnya dalam jangka panjang
ü Dapat merumuskan dengan
jelas sasaran yang akan dicapai dalam waktu relative pendek.
ü Mempunyai keyakinan diri
bahwa ia dapat mencapai tujuannya berdasarkan kemampuan yang dia miliki.
ü Memiliki kemauan keras.
2.
Berpandangan jauh ke depan
Dalam istilah yang sekarang popular, seorang
manajer harus mempunyai visi yaitu mempunyai impian yang masuk akal tentang apa
yang harus terjadi dengan organisasinya dan dengan dirinya sendiri. Seorang
manajer yang professional, hendaknya tidak hanya memikirkan keadaan sekarang
dalam mengambil keputusan tetapi harus dapat memandang jauh ke depan tentang
keadaan di masa mendatang.
II.4
Keahlian dan Pengetahuan yang Harus Dimiliki oleh Seoran Manajer Profesional
¥
Kemampuan Teknis
Kemampuan teknis yang dimaksud adalah kemampuan
dalam bidang pokok pekerjaannya serta kemampuan menerapkan teknik dan prosedur
mengenai bidang kegiatan tertentu. Bisa juga dikatakan bahwa kemampuan teknis
adalah kemampuan dasar yang ia pelajari dan harus ia gunakan melaksanakan
tugas-tugas pokoknya.
¥
Kemampuan Interaksi atau Hubungan Antar-Manusia
Ini adalah kemampuan untuk bekerja sama dengan
orang atau orang-orang lain, memahami pikiran dan perasaan orang lain, serta
mampu merangsang dan mendorong orang-orang lain termasuk anak buah, dan rekan
sekerja.
¥
Kemampuan Konseptual (Visioning and Stateghing)
Ini adalah kemampuan mental dalam memadukan seluruh
kegiatan organisasi agar organisasi dapat mencapai tujuan-tujuannya. Pemaduan
seluruh komponen organisasi ini dilakukan dengan cara menetapkan Visi atau
tujuan panjang berupa gambaran tentang bentuk organisasi tersebut setelah 15
sampai 20 tahun dari sekarang.
II.5
Pengembangan Mananajer
Program pengembangan manajemen sebagai usaha mengembangkan
karyawan kelompok manajemen pada perusahaan besar selalu berpegang kepada
konsep Profesor Katz di atas. Program pengembangan manajemen tersebut intinya biasanya
berupa Program Management Trainess sebagai usaha kaderisasi yaitu, melatih
orang-orang muda yang baru lulu universitas untuk dilatih menjadi kader manajer
masa depan. Kelompok trainee selama antara 12 bulan sampai 24 bulan akan
mendapatkan pelatihan mendalam tentang aspek teknis mengenai pekerjaannya.
Mereka harus mendapatkan pelatihan tersebut dalam masa 5 sampai 10 tahun
setelah itu mereka masih akan menggeluti masalah-masalah teknis.
Pertanyaan utama yang ingin kita cari jawabannya adalah Apakah
keahlian-keahlian manajemen tersebut benar-benar bisa diajarkan? Banyak orang
akan sependapat bila kita katakana bahwa keahlian-keahlian teknis, interaksi
(manusia) dan konseptual sangat penting bagi para manajer. Masalahnya sampai
sejauh mana keahlian-keahlian ini bisa diajarkan secara efektif? Keahlian
teknis adalah hal yang termudah untuk dipelajri oleh para manajer. Banyak
pengetahuan dan keahlian spesifik diajarkan di sekolah, atau melalui pendidikan
khusus dilakukan oleh perusahaan. Lebih tinggi pendidikan dasar seorang
manajer, akan lebih besar kemungkinannya ia memperoleh keahlian teknis dasar
yang diperlukannya.
Pengetahuan tentang manusia jauh lebih sulit diajarkan atau
dipelajri. Hubungan antarmanusia melibatkan unsur-unsur emosional yang kompleks
dan rumit. Sehingga tidak ada satu cara atau pendekatan hubungan antarmanusia
tertentu yang bisa dikatakan paling efektif dibandingkan cara yang lain.
Demikian pula, biasanya lebih mudah bagi kita unutk mengakui bahwa kita
memerlukan pelatihan tambahan dalam bidang teknis tertentu, tetapi sukar sekali
bagi kita untuk mengakui bahwa kita
perlu belajar lebih banyak tentang cara berhubungan dengan orang lain. Yang
jauh lebih sulit lagi adalah mencoba mengubah cara-cara kita yang sudah menjadi
kebiasaan atau kita anggap benar dalam berhubungan dengan orang lain. Keahlian
konseptual lebih sukar lagi untuk diajarkan terutama karena itu menyangkut
kebiasaan dan sikap mental yang telah berkembang sejak awal kehidupan kita.
Manajer yang berkemungkinan dipromosikan ke jabatan manajemen umum dituntut
menguasai keahlian ini.
BAB
III
PENUTUP
Demikian
makalah tentang wawasan Nusantara yang saya buat, semoga dapat bermanfaat bagi
kita semua.
KESIMPULAN :
Seorang manajer adalah seseorang yang diberi wewenang dan tanggung jawab untuk mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan oleh organisasi dimana ia merupakan bagian daripadanya dan ia mencapai tujuan-tujuan tersebut melalui usaha-usaha yang dilakukan oleh orang-orang lain.
Pengembangan manager ini sangat
diperlukan untuk mendorong efektivitas manager dan karyawan.Misalnya, dalam
penetapan tujuan (kecakapan manajemen) berkaitan dengan kecakapan berbagi visi
(kepemimpinan).jika seorang manager bisa berbagi visi yang menggiurkan tentang
apa yang dapat dicapai organisasi dan bisa menetapkan tujuan dan menjabarkan
tugas-tugas yang bisa menggerakkan semua orang ke arah visi itu, maka semua
orang akan berprestasi lebih baik. tidak setiap pemimpin adalah manager yang
baik, begitu juga tidak setiap manager adalah pemimpin yang baik. akan tetapi
eksekutif terbaik menguasai kedua kecakapan manajemen dan kepemimpinan.